Netral

Manusia plegmatis seperti yang nulis ini, kalau mau jujur sama diri sendiri, memang beneran menginginkan kehidupan yang damai dan cenderung cari aman. Itulah kenapa kayaknya mudah bagi orang plegmatis menjadi “Yes Man”, karena suka aga mikir gini: iyahin dulu ajalah biar cepet beres. Dan biar aman. Pun kalau ada dua orang bermusuhan, rasanya si plegmatis (maksudnya teh aku) cenderung mengubur pendapat-pendapat sendiri dan menjadi netral. Menjadi netral adalah pilihan paling baik dan paling ga akan kena imbas apa-apa. Ah coward pisan 😦

Tapi apakah benar jadi netral itu adalah hal paling aman?

Sayangnya ternyata itu hal paling celaka. Kesana bilang iya, kesini bilang iya. Atau kalau ada pilihan ketiga yaitu: ditengah, maka mendingan milih itu. Hatinya A ngomongnya B.

Sebagai orang Islam, ternyata disebutkan bahwa manusia itu ada tiga jenis. Kafir, Munafik, dan Beriman. Kafir artinya menolak. Jadi kata kafir ini bukan sebuah hinaan. Tapi istilah dalam INTERNAL islam untuk membedakan mana ‘anggota’ dan mana ‘bukan’ simplenya mah gitu. Aku juga kafir kok terhadap keyakinan2 lain yang aku ga meyakininya. Kalo kata orang (siapa gitu ya lupa), ini tuh semacam istilah WNI dan WNA. Misal kita sebut si bule itu WNA, apakah dia harus marah? Kan emang WNA? Kaya bukan sesuatu yang pas kalo disangka itu sebuah hinaan.yah kecuali ke sesama muslim ya jangan.

Lalu yang kedua ini yang lumayan bikin takut, yaitu munafik. Munafik itu (kata Ust. Rahmat Baequni kemarin) terbagi dua. Pertama orang yang beneran kafir tapi dia pura2 Islam padahal mereka penyusup dan menghancurkan Islam dari dalam. Kedua adalah dari kalangan orang yang Islam. Kalo kata Ust. Hanan Attaki, yang kedua ini ia beraktivitas seperti orang Islam lainnya. Ikut sholat, ikut kajian, dan puasa, dan ibadah-ibadah lainnya. Tapi saat ada hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi di Islam, mereka cenderung kabur. Contohnya waktu jaman Rasul adalah saat perang. Saat itu ada beberapa orang yang mencari alasan untuk pulang (atau malah udah kabur) karena ga mau perang.  Mereka orang yang anti jihad. Ini ayat saat perang Uhud, mengenai hal tersebut.

154. Kemudian setelah kalian berduka cita, Allah menurunkan kepada kalian keamanan [berupa] kantuk yang meliputi segolongan dari kalian. Sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, karena mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah, seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah kita memiliki hak campur tangan dalam urusan ini.” Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam diri mereka apa yang tidak mereka terangkan kepada kalian. Mereka berkata: “Sekiranya kita memiliki hak campur tangan dalam urusan ini, niscaya kita tak akan dibunuh di sini.” Katakanlah: “Sekiranya kalian berada di rumah kalian, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh.” Allah menguji apa yang ada dalam hati kalian untuk membersihkan apa yang ada di dalamnya. Allah Maha Mengetahui isi hati.

Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan ‘uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: “Janganlah kamu mengemukakan ‘uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (at-Taubah:94)

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin) (at-Taubah:107)

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. (at-Taubah:64)

Mungkin dalam hal peperangan ini belum dialami oleh kita, jadi kita masih belum bisa menentukan kita berada di golongan mana. Tapi yang paling serem adalah tanda-tanda yang seperti ini:

Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54)

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan Shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa’:142)

“Dan apabila ia mengerjakan puasa dan shalat, ia menyangka bahwa dirinya seorang muslim” (HR Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Orang Munafik, no. 59).

Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata: “Salah satu ciri orang munafik adalah menggandrungi pujian & membenci celaan/kritikan.” (Lihat Kitab Az-Zuhd karya Ibnu Abi Hatim, hal. 51

Ini yang aku bilang diatas juga aku dapat dari yutub yakni ceramah Ust Hanan Attaki lagi. Tapi katanya bahkan masih ada banyak banget ayat2 yang menunjukkan ciri munafik yang lainnya. Bahwa dengan ciri tersebut jangan jangan kita……? Sholat malas, kalau diliat orang semangat, dan mengingat Allah hanya sedikit. Bahkan menyeru nama Allah aja takut….pengennya terlihat biasa aja. Ya Allah maaf…………….:(

Selain itu, masih banyak banget ciri-cirinya, seperti bicara tapi berdusta, berjanji tapi ingkar, dan diberi amanah tapi khianat……..lalu ada juga hadist yang mengatakan sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah subuh dan isya. Lalu di hadist yang ketiga dikatakan juga mereka merasa sudah Islam karena sudah melakukan ibadah ritual saja. Padahal islam bukan ibadah ritual aja, tapi melibatkan hati dan keyakinan.

Secara sadar atau tidak sadar, semoga kita bukan termasuk orang munafik.

Kalo diliat intinya mah, munafik itu orang yang keraguan terhadap Allahnya banyak, sehingga saat kondisi terhimpit ia bisa mudah meninggalkan Allah (contohnya kaya orang2 yang ga jihad di jaman Rasul), ia juga tidak selaras antara hati dan perbuatannya karena terlalu mikirin ucapan manusia dan pandangan manusia atasnya. Atau juga yang ucapannya beda sama perbuatan, misal berpendapat bawa-bawa ayat tapi kelakuannya tidak mencerminkan itu.

Tapi yang paling utama, yang membedakan orang beriman beneran sama engga adalah tanggapan mereka terhadap firman Allah SWT. Kalau orang beriman akan mengatakan “sami’na wa atho’na” (kami dengar dan kami taat). Jadi mereka sama-sama orang yang tahu perintah2 Allah, hanya responnya aja yang beda.

Kenapa orang munafik itu lebih bahaya? Karena…

Semoga kita terhindar dari penyakit-penyakit hati yang telah merongrong dengan tidak kita sadari. Kesombongan, kemunafikan, merasa paling benar, berdusta, berkhianat, php, ngomong asal dan ga ditepati, dan berbagai ratusan ciri munafik lainnya.

Aaamin!

Semoga doa kita 17 kali tiap hari–> Ihdinash-shirotol mustaqiim dikabulkan olehNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s