Memaksakan Pandangan

Dengan segala keterbatasan akal manusia yang waktu sekolah sering remed fisika dan pas TPB banyak matkul yang C ini (wkwk aku aja ini mah), maka sepatutnya kita juga sadar diri bahwa opini dan pendapat hasil buah perenungan akal kita tak selamanya benar. Meski kita berusaha melihat segala sisi dan mencari kedamaian, tapi tetap saja akal ini terbatas. Ngerjain rumus2 yang physically keliatan aja udah susah gimana bisa kita mengupas tuntas pengetahuan tentang Segalanya.

Untuk itulah Allah SWT menurunkan Qur’an untuk menunjuki kita, umat Islam, mana yang harus ditempuh ditengah kegalauan yang disodori oleh dunia. Dan Qur’an berlaku hingga hari kiamat. Beda dengan Zabur, Taurat, dan Injil yang sudah berlaku bagi ummat nabi Daud, Musa, dan Isa AS. –tentu kepercayaan mengenai Qur’an dan keberadaan Allah ini hanya untuk yang memang percaya, jika tidak maka tidak apa kalau tidak baca bacaan ini dan ada baiknya kalau ga sependapat ga perlu dipaksakan.–

Sayangnya, semakin banyak rasanya sarkasme yang mengarah pada agama (yang kalau pada berani frontal mah yang mereka maksud adalah Islam), kitab, bahkan pada Allah SWT. Seakan buah pemikiran manusia adalah hal yang patut dituhankan melebihi Kalam Allah itu sendiri. Kalau kita sudah berkomitmen untuk istiqomah di jalan ini, maka sepatutnya kita ga ikut-ikutan menyalahkan Tuhan apalagi jika ngomongnya “aku islam” sebelum kita belajar/baca2 ma’rifatullah (mengenal Allah SWT).

Kesalahpahaman pertama adalah karena kita menganggap Tuhan itu bersifat makhluk. Makhluk hanya bisa melihat apa yang mereka lihat. Sementara kadang manusia lupa bahwa Allah SWT mengetahui segala hal ghoib termasuk isi hati setiap manusia, rencana-rencana kelompok maupun orang, masa depan, dan pengetahuan lain yang ga dapat makhluknya selami (tapi akan merasakan). Jangan sampai kita jadi orang yang kelak di akhirat, kata Allah di Quran mah, “….matanya terbelalak” karena saking kagetnya dan baru menyadari sesadar2nya apa yang telah terjadi di dunia.

Bukankah 99 Asmaul Husna yang kita hapalin waktu TK/SD salah satunya adalah Allah memiliki nama Mukhalafatu Lilhawaditsi yang artinya Allah memiliki sifat yang berbeda dengan makhluk? Jadi jelas salah saat kita memandang Allah SWT sebagai makhluk yang memiliki pandangan seterbatas makhlukNya dan bisa salah berpendapat. Opini kita bisa salah karena kita makhluk. Tapi tidak pernah salah untuk Khaliq.

Kemudian yang kedua adalah jangan sampai kita menganggap Allah ga ngerti dan ga paham dengan kondisi kita saat ini, negara ini, dunia ini, segala isu dan kabar yang menyelimuti dunia. Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Cara kita berpegang teguh adalah kembali pada FirmanNya dalam Quran karena toh itu masih berlaku buat kita. Bukan cuman buat sahabat nabi pada 1500 tahun yang lalu di arab. Quran itu buat setiap zaman di setiap negara dan setiap muslim hingga kiamat. Jangan sampai kita berfikir Quran udah ga relevan dengan jaman modern ini. Mungkin stigma tersebut yang menguji keimanan kita pada Quran. Bukti sains dan Quran sejalan sudah banyak. Kalau kita terus mempertanyakan maka yang lebih patut adalah tanyakan pada diri apakah masih ada iman?

Kalau kata Harun Yahya, janganlah kita memaksakan ayat Allah kedalam pendapat kita. Atau mencomot ayat2 yang kita inginkan tapi mengingkari ayat ayat lainnya sesuka hati.  Tapi kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan setiap perintah dan laranganNya. Itulah ujian bagi kita, yang pengen disebut beriman, maukah kita menghambakan diri pada Allah dan merelakan keinginan serta pendapat kita? Karena kesombongan meskipun hanya sebesar zarrah (atom) tidak akan menuntun kita menujuNya. Nauzubillah. Maaf atas salah kata dan keterbatasan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s