AlKahfi

Mungkin sekarang sudah bukan jamannya ngomongin illuminati atau bagaimana “pesta selamat datang” untuk Dajjal sudah disiapkan sedemikian rupa. Itu cukup jadi pengetahuan namun tidak ada yang bisa menjamin (meski obvious). Maka,

Yang paling pasti kita (orang Islam) pegang adalah hal hal berikut (tulisan ini hasil yang didapat dari kajian Ust Zulkifli Ali dari hadist2 shahih)

1. Dajjal pasti datang dan keimanan kita bisa hilang saat bertemunya.

2. Meski ini jaman hoax, tapi kedatangan dajjal sudah dikatakan oleh setiap nabi dari jaman dulu.

2. Kita harus siapkan cara untuk menyelamatkan “iman” saat fitnah akhir jaman menyerang, dan saat dajjal datang berkelana keseluruh negeri.

Rasulullah bersabda : “Semenjak diciptakannya Adam hingga datangnya hari kiamat tidak ada fitnah lebih besar daripada (fitnah) Dajjal.” (HR. Shahih dan Muslim)

Fitnah Dajjal sangat kejam karena kalau ada yang mencari tuhan yang “keliatan” literali keliatan dan berkelakukan seperti “tuhan” didepan mata, maka dajjal sangat mungkin jadi jawaban. Dajal bisa menghidupkan orang yang mati. Menurut Ust Zulkifli Ali, yang dajjal bangkitkan bukan orang yang matinya, tapi pengikutnya dari kalangan jin yang menyerupai orang yang sudah mati tersebut. Magic2 yang ditampilkan Dajal dibantu oleh setan dari golongan jin.

Kedua, dajjal muncul setelah tanda kiamat besar pertama, yaitu dukhon, menyelimuti dunia selama 40 hari. Dukhon adalah asap tebal yang membuat kita sesek napas. Diwaktu-waktu tersebut juga merupakan kemarau panjang selama 3 tahun yang menyiksa seluruh manusia. Dajal bisa menguasai cuaca. Sehingga datangnya dajjal bagaikan mata air dan setiap orang merindukannya karena akan membantu melewati masa kritis kekeringan dan dukhon tersebut. Kalau secara pengetahuan mah, emang wajar sih kemarau panjang lalu ada asap. Toh tahun2 lalu juga begitu.

Jangankan ada dajal, belum dajal dateng aja kita (gamau bilang aku wkwk) udah memiliki iman super fluktuatif yang seringnya di bawah dan penuh ragu:( Kalau kata Ust Zulkifli, jika kita berniat bertahan jadi muslim sampai mati di akhir jaman ini, maka jadilah muslim sebenar-benarnya. Makanya Rasul sering bilang di hadist bahwa ummat terbaik adalah ummat akhir zaman. Gila aja musuhnya sekelas dajjal, udah bukan manusia biasa lagi.Yang bertahan emang beneran yang hebat. Semoga kita termasuk didalamnya 😦

Kalau kagok-kagok jadi muslimnya dan banyak ragu, dajal belum dateng aja udah bye. Apalagi kalau dateng. Karena iman setebal apapun bisa hilang oleh dajal. Putuskan, mau berapa persen jadi muslimnya? 10 persen? Solat puasa saja? Ktp aja? Islam ngikut ortu? 50 persen? Atau 100 persen tapi jalannya berliku dan banyak batasan atas keinginan kita? (nanya pd diri sendiri 😦 )

Yaudah jadi katanya cara menghindari dajal adalah begini,

  1. Ikatlah perempuan dirumahnya.
    Nabi Muhammad SAW bersabda: “Golongan terakhir yang akan keluar kepada Dajjal adalah wanita. Dan lelaki terpaksa pulang ke rumah dan perlu ‘mengikat’ isteri, adik-beradik dan anak mereka untuk menyelamatkan dan melindungi mereka dari Dajjal.”

    Aku rela dikurung dirumah asal ga ketemu dajjal, wahay ayah atau siapapun:(

  2. Kalau ga sengaja papasan, maka tundukkan kepala dan baca ulang-ulang Al-Kahfi 1-10 atau Al Kahfi 10 ayat terakhir, dan saat dirasa dajal dan pasukannya udah pergi, maka amanlah kita. Akhirnya terkuak sudah kenapa banyak banget orang nyuruh ngapalin al kahfi 1-10, ternyata untuk ini. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, dia terjaga dari fitnah Dajjal.”(HR. Muslim dan Ahmad)
  3. Jadilah “beneran beriman” bagi orang muslim yang ingin istiqomah. Tapi kalau gak ingin istiqomahpun gapapa karena kata Allah aja “tidak ada paksaan dalam dien (Islam)”, masa aku yang bukan siapa2 boleh maksa? Kenapa kalau ingin istiqomah harus beneran beriman? Karena hanya orang beriman yang bisa melihat tanda “Kafaro” yang tertulis dalam bahasa arab di dahi dajjal.

Dan definisi “beriman pada Allah” itu dijawab oleh keyakinan dan amalan kita, bukan pengakuan semata. Sering-seringin juga baca pengetahuan mengenai akhir zaman sehingga kita ga cuman ngikutin pergerakan kebanyakan manusia saat ini. Sebagai orang Islam kita udah punya hadist-hadist dan ayat Allah yang jadi “cara pandang” kita melihat fenomena akhir zaman. Maka katakan pada diri untuk cukup sudah sombongnya, tundukkan hati pada setiap KalamNya. Karena apa? Karena ga ada waktu lagi. Karena pilihan semakin lama semakin tinggal dua.

—-hasil didapat dari kajian oleh Ust Zulkifli Ali

Semoga Allah yang Maha Pembolak balik hati, menetapi hati kita pada jalanNya selalu.

20161103-093007-PM.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s