How to let go

Barangkali aku adalah kebalikan dari para perempuan yang kau idamkan. Aku tidak menyimpan memori. Aku menelannya.

Suatu hari di 22 tahun aku mencoba seperti perempuan lainnya. Mengumpulkan setiap kenangan. Seperti mereka, untuk berharap selamanya, agar terkenang dikenang dan mengenang. 30 menit kemudian aku tak sanggup. Aku menelannya.

Setangkai bunga matahari, bungkus pizza, bahkan gelas kopi bertulis nama, tersimpan rapi dalam sebuah box bertulis namamu. Foto mulai dirapikan dipajang dalam kamar. 7 hari kemudian aku tak bisa lagi. Aku menelan semuanya. Kau heran dan kesal melihat kamar perempuan yang tidak berwarna warni akan kenangan dan barang menyenangkan. Itulah aku.

Aku tahu semua perlahan meninggalkan. Membiarkan semua kenangan tersimpan hanya membuatku terbelenggu akan hal yang tidak pasti. Puisi dan prosa bahkan tidak akan mengekalkanmu.

Jangan harap aku menulis. Kertas surat dan puisi berisi nostalgia, sudah kutelan sampai sakit tenggorokan. Kesedihan dan rasa melankolis, aku tidak seperti banyak perempuan yang sanggup melewatinya. Aku menelannya. Menghilangkannya.

Aku menelannya. Agar semua memori menghilang. Mengalir dalam darah. Menjadi detak setiap hidupku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s