Tempat Tinggal Lucifer

Kau sudah tahu betul bahwa kini para setan senang beranak pinak dan bertelur dibawah kuku kuku manusia. Entah itu kuku seorang selebriti sehabis di manicure, atau bahkan kuku seorang penggali kubur yang sering bermain tanah.

Cara mereka bekerja semakin pintar dan tidak mengenal usia. Anak-anak setan itu menetas kemudian bermain di jari-jari manusia sehingga tangan mereka menjadi gatal dan tidak bisa diam. Adapun obatnya sudah disediakan oleh lucifer, orang tua mereka. Sebuah layar kecil yang sekaligus menjadi tempat tinggal manusia saat senang, sedih, marah, benci. Dunia baru mereka adalah layar yang memiliki julukan “pintar”.

Anak-anak itu kini menjadi anak kesayangan ayah ibu setan. Karena manusia jadi bertingkah tidak biasanya. Tipu daya semakin banyak dan kepedulian semakin mengerucut. Mereka suka akan hal itu.

Seorang suami istri di dunia nyata bisa saja saling tersenyum setiap hari padahal para anak-anak setan berhasil merayu mereka di balik layar kecil pintar itu, agar saling berselingkuh dengan rapi dengan para mantan.

Atau memunculkan iri dengki hasad dan benci di hati-hati para manusia yang berusaha paling hati-hati menjaga hati. Membiarkan kabar-kabar buruk dan gembira saling bermunculan menimpa satu sama lain tanpa tahu bahwa itu hanyalah karangan seorang penulis fiksi yang jahat.

Seorang teman kini tidak lagi memeluk erat sahabatnya yang 5 tahun tak bertemu–karena toh setiap hari kita bertemu dibalik layar, bukan?

Seorang ibu tidak lagi pernah menanyakan “bagaimana sekolah/kuliahmu hari ini?” sementara si bungsu tidak tahu harus bercerita pada siapa saat ia di bully. Anak-anak kecil kehilangan penasehat-penasehat dan teman bermain dari kalangan orang dewasa, sehingga menangis rewel menyebalkan selalu menjadi andalannya. Sementara para orang dewasa sibuk marah-marah mengata-ngatai anak jaman kini yang semakin manja.

Kuharap pasangan-pasanganmu tidak pernah menyimpan rahasia dibalik layar pintar milik anak-anak setan itu. Kuharap ayah ibu kakak adikmu adalah orang yang masih mau bercengkrama menatap mata setiap hari dan bertanya apa yang terjadi setiap hari. Kuharap teman-teman dan sahabat lamamu bukanlah orang yang mendengarmu bercerita padahal mata hati dan pendengaran mereka hanya tertuju pada layar milik lucifer itu. Kuharap orang-orang disebelahmu mau meletakkan layar itu jauh-jauh, karena kau jauh lebih berarti.

Adalah kuberharap, agar beberapa orang yang memiliki masalah pelik mau memotong kuku dan jari mereka, supaya lucifer tidak lagi menyimpan telurnya.

mnb
weheartit.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s