Good Mourning?

Hidup kita sekarang ini bukan lagi disurga, sehingga kesulitan dan kesusahan kerap terjadi. Dengan itu terkadang kita merasa jadi “centre of the universe” –yang mana merasa diri paling malang sedunia aherat, merasa paling pantas mengeluh dan ngejudge bahwa orang lain ga paham apa yang kita rasakan–. Jika itu terjadi agaknya kita harus belajar berlapang dada dan menyadari bahwa centre of universe itu matahari, bukan kita (hehe kzl).

Menangis dan berkeluh kesah adalah hal yang sangat manusiawi. Toh ini masih didunia yang hidupnya bagaikan roda, yakni atas bawah ganti-gantian namun tetap semua berakhir pada kematian. Sebagai muslim tentu kita meyakini adanya hari kebangkitan meskipun kita belum melihatnya. Karena kalau kita bisa melihat artinya kita udah mati.

Tetapi galau karena hidup juga dilarang berlebihan, dalam Islam. Seperti saat kita putus asa banget sampe ingin mati, janganlah berdoa untuk cepat mati karena itu dilarang, apalagi bunuh diri. Atau saat kita ditinggalkan, meraung-raung sedih justru memperberat beban yang meninggalkan. Disini kita dituntut untuk berlapang dada dan ikhlas, menyadari bahwa Allah memiliki rencana lain yang lebih indah tanpa kita ketahui karena keterbatasan pandangan kita.

Mengimani Qodho dan Qodar mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang kuat dan memiliki motivasi hidup yang tidak habis, karena motivasi kita adalah Allah SWT. Kalau motivasi hidup kita harta, maka saat miskin kita akan sangat sedih bahkan bisa jadi penjahat. Kalau motivasi kita adalah manusia, maka saat ditinggalkan kita akan putus asa. Tetapi kalau kita percaya sama Allah,mau kita senang/sedih/susah/gampang, itu jadi ga masalah selama Allah jadi tujuan. Menangis boleh, karena bahkan saat Ibrahim, putra Rasulullah meninggalpun, Rasul menangis, tetapi beliau tidak meratap dan berkata-kata berlebihan.

Ada baiknya kita berhenti mengeluh, berhenti ngelamun liatin ujan, dengerin lagu-lagu galau sambil dimasukin ke hati, atau bahkan marah-marah saat takdir lagi ga sesuai harapan. Mungkin usaha kita masih kurang, atau Allah ingin kita mengeluh padaNya, atau Allah punya rencana lain.

Apapun hasilnya, bagaimanapun akhirnya, selalu positive thinking adalah hal yang baik untuk mindset kita. Dan segala puji bagi Allah, yang sudah menyuruh “iman pada takdir” pada umat Islam, sejak aku ga paham takdir itu seperti apa sulitnya.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Bukan dari golongan kami orang yang menampar-nampar pipi, mengoyak-ngoyak baju dan meratap dengan ratapan Jahiliyyah’,” (HR Bukhari [1294] dan Muslim [103]).

Dari Abu Umamah r.a, “Bahwasanya Rasulullah saw. melaknat wanita yang merusak wajahnya, yang mengoyak-ngoyak bajunya dan meraung-raung sambil mengutuk dan mencela diri.” (Shahih, HR Ibnu Majah [1585], Ibnu Hibban [3156], Ibnu Abi Syaibaj [III/290] dan ath-Thabrani dalam al’Kabiir’tf [775]).

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melaknat wanita yang mencakar mukanya, merobek-robek bajunya, serta yang berteriak dan berkata : ‘celaka dan binasalah aku” (HR Ibnu Majah : 1/505, Shahihul Jami’ : 5068)

Rasulullah bersabda, “Orang yang suka meratap, jika tidak bertaubat sebelum matinya, kelak pada hari kiamat akan dibangkitkan dengan mengenakan pakaian yang terbuat dari tir dan baju besi yang berkarat”

Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Ath-Thabrani)

Sumber inspirasi: Ringkasan Riyadhush Shalihih
(Penyusun: Imam Nawawi, Peringkas: Syaikh Yusuf An-Nabhani)

Processed with VSCOcam with b1 preset

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s