Common Questions This Year

Katanya Allah Maha Besar, kenapa mesti dibela? Kenapa agama mesti dibela? Kenapa ga Tuhan yang membela agamaNya aja sendiri?

Aku baca buku Gus Dur di gramed yang judulnya Tuhan Tidak Perlu Dibela, beliau bukan terlalu panutanku tapi ya apa salahnya lah baca-baca. Katanya, mau kita zikir mau engga, mau bela agama mau engga, itu ga ngaruh akan kedudukan Allah SAW. Allah akan tetap jadi Maha Besar di Arasy-Nya. Ya, sangat setuju. Apalagi di Qur’an juga udah dibilang, bahkan kalau iman kita ditukar, Allah ga rugi sama sekali! (QS 3:117, QS 47:32, QS 3:76) justru Allah melarang kita menyembah sesuatu yang merugikan BAGI KITA (QS 10:106) bukan bagi Allah.

Sayangnya tulisan di buku itu berhenti sampai disitu. Seolah berkesimpulan “yaudah” gitu muslim ga akan berguna kalau membela Allah. Kalau begitu, kenapa kita zikir setiap hari? Bukankah sama aja kasusnya?

Sebenarnya, ngapain kita mikir untung-rugi buat Allah karena itu ga akan ngaruh, berkacalah sama diri sendiri yang masa depan aja belom pasti apalagi hal lainnya. Apakah dengan zikir dan membela Allah kita jadi untung? atau rugi? Misal dengan zikir, bagi muslim yang beneran berniat ingin istiqomah dan bukan sekadar label saja, zikir membantu meneguhkan hati, mentauhidkan Allah, dan membuang pikiran2 negatif terutama terhadap Allah.

Misal kita suka dengan si Fulan, lalu kita bilang ke setiap kenalan dan setiap orang bahwa kita mencintai dia setulus hati, maka perasaan itu akan terus tumbuh meski kita ga liat si Fulan karena dibahas terus setiap waktu dan setiap orang dan setiap tempat sehingga menjadi dominasi dalam hati dan pikirannya. Begitupun ke ALLAH.

Lalu apa gunanya bagi kita mendominasi hati dan pikiran dengan Allah SWT?
Karena dengan itu, kita jadi taat dan melaksanakan perintahNya. Ga perlu mikir dan membanding-bandingkan dengan perintah-perintah lain apalagi yang dibikin sama makhluk. Ga bisa kita hanya taat sama ALLAH dengan setengah-setengah. Apalagi mencampur adukkan apa yang dari Allah dengan yang bukan yaitu hidup dengan 1/2 qur’an taat 1/2 qur’an engga. Ini ayat yang dibawah bukan pilihan ganda boleh nurut atau boleh engga, kalau mau beriman maka otomatis harus mau kaffah.

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Kenapa kita harus taat? Apa untungnya?
Untung-rugi terhadap Allah sudah pasti engga, sudah dibahas diatas. Tapi apa keuntungan bagi kita manusia?

Ini perumpamaan yang aku dapat sejak SMP, dan masih keinget sampe sekarang.

Bayangkan bahwa kita adalah seorang pencipta barang canggih, misalkan handphone di tahun awal keberadaanya dan sebelumnya ga ada yang menciptakan hp. Lalu kita menjual–tentu sekaligus sama buku panduannya–karena yang beli masih awam dan ga ngerti bagaimana penggunaannya. Setelah dibeli oleh si A, hp itu digunakan sesuai dengan buku panduan. Tentu si hp akan berfungsi maksimal dan sesuai dengan peruntukannya. Berbeda dengan si B yang ga membaca buku panduan itu, ia malah baca gimana cara memainkan bola. Alhasil hp itu malah jadi rusak dan fungsinya ga berjalan maksimal.

Ya, sesederhana itu. Jika kita adalah handphone itu, maka buku panduannya adalah Qur’an. Semua perintah Allah sudah sesuai dengan fitrah manusia (kecenderungan). Qur’an benar-benar mengatur kehidupan dari A sampai Z, dari lahir sampai dikubur, dari ibadah yang sendirian sampai yang berhubungan dengan masyarakat. Apakah ada salah satu aturan yang ga sesuai dengan fitrah?

tapi kenapa ada yang taat sama ALLAH namun hidupnya susah?
Susah mudah itu relatif, tapi kita terlanjur dipenuhi sugesti duniawi sehingga susah didefinisikan sebagai hidup melarat, kesendirian, kejelekan (alah), dan seterusnya. Jika beriman, ia akan percaya hari akhir, sehingga yang dimaksud bahagia dunia akhirat ga terlihat dari materinya, tapi kepuasan bathin. Malahan, Allah membiarkan ornag yang ga taat sama Allah berumur panjang dan merasakan kenikmatan dunia, karena memang setelah masuk alam barzakh, sudah tidak lagi bisa merasakan kenikmatan. Selain itu, Allah juga bersifat Ar-Rahman yang artinya Maha Pengasih terhadap SELURUH MAKHLUK. Sementara Ar-Rohim, Maha Penyayang terhadap yang beriman.

“Maka biarkanlah mereka dalam kesesat­annya sampai suatu waktu.
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami ber­segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.”(QS al-Mu’minun: 54-56)

Sementara keuntungan yang beriman adalah dirasa setelah ‘fase ujian’ ini selesai. Ga rugi, karena hidup di bumi ini hanya sebentar.

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”.

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”

(QS Al Mu’minun : 114-116)

ok, lalu kenapa kita harus membela agama?

‘Membela’ kata kbbi adalah menjaga baik-baik; memelihara; merawat. Dalam Islam, agama itu bukanlah sekedar peraturan mengikat menyebalkan semacam aturan sekolah. Dalam Islam, kita harus melibatkan hati dan perasaan cinta terhadap Allah yang diimplementasikan dalam menjalankan agamaNya sepenuh hati karena kita merasa kita yang butuh.

Kalau sudah merasa “memiliki” terhadap Islam. Maka bela agama dan bela Allah itu udah otomatis. Kalau kita selalu menyerah dengan dalih “damai” maka Islam bisa dipreteli satu-satu aturannya sehingga membahayakan keimanan kita. Siapa yang rugi kalau keimanan sudah ga ada? Kita sendiri.

Selain itu, meskipun Islam Rahmatan Lil alamin, tapi ingat bahwa Islam juga punya kehormatan yang harus kita jaga. Untungnya buat siapa? Buat Allah? Bukan. Buat kita juga. Agar hak-hak dan kewajiban dalam menjalankan Islam bisa kita lakukan. Bagi muslim, ‘menjalankan Islam’ itu bukan tuntutan, tapi kebutuhan.

screenshot_2017-02-03-10-23-53-1.png

Advertisements

One thought on “Common Questions This Year

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s