IMHO

Mendengar kabar dr Zakir Naik akan ke Bandung 3 April kemarin, aku segera daftar. Tapi sayangnya untuk mendapatkan tiket kuliahnya pak Zakir Naik udah lebih harus berjuang daripada berjuang ngambil kelas yang paket A di ol.akademik.itb.ac.id. Hamdalahnya, pukul 09.00 selasa, pendaftaran buka, dan aku berhasil daftar. Tapi, pukul 09.03, aku daftarin mamah, ternyata udah abis :”””) cuman dalam waktu 3 menit :”””) yaudah gaapa.

Hal yang aku sukai dari beliau adalah tentu apa yang ia bawa karena itu beneran konsep dasar Islam banget. Selain itu, beliau menyampaikan Islam dengan “straight to the point” dan efektif. Beliau bukan menyalahkan agama lain, tapi justru mengajak mereka untuk taat pada kitab mereka, bukan taat ke doktrin manusia. Ya, jelas, manusia tempat salah. Sementara Kitab turun sebagai Firman Allah. Bukti yang beliau bawa adalah Ayat Allah (entah itu Bible atau Quran).

Sementara jaman sekarang kalau dengerin obrolan orang ‘intelek’ ngomongin kehidupan, mereka bicara hanya dengan ‘jika’, mangkaning katanya Islam yang ngomong gitu teh :”””) . Misalnya, mereka ga jarang bilang bahwa kita itu reinkarnasi dari hewan, atau, bagaimana kalau iblis itu makhluk kesayangan tuhan dan kita adalah ujian bagi mereka, dan berbagai kisah kisah menarik seru lainnya mengenai penciptaan yang ga ada dasarnya. Dasarnya hanya kepala manusia itu sendiri. Asa ngapain cape2 mikir hal yang udah jelas ada di Kitabullah (dan sejalan dengan sains).

Banyak muallaf yang bersyahadat dihadapan beliau. Itupun karena keinginan mereka sendiri setelah dr Zakir Naik membeberkan fakta dari Quran dan Bible. Tidak ada pemaksaan. Malah waktu kemaren di UPI, setiap yang ingin syahadat, ditanya dulu apakah dipaksa atau engga.

Momen2 melihat mualaf2 yang menangis dan bersyahadat tentu membuat kita jadi ‘melting’ juga jauhhhh lebih melting daripada saat digombalin kamu. Ingus dan air mata ga bisa berenti tiap inget momen itu, saat didepan aku ada teteh yang bersyahadat. Pengen meluk kalau deket mah, dan bilang, hayu sama2 berjuang :””

Sehingga ini mengingatkan kita, apakah ga malu, dari kecil sudah disuapin konsep-konsep Islam tapi malah lalai? Sementara banyak orang diluar sana yang bersyukur telah mendapat hidayah dan tentu mereka mengalami jalan yang sangat terjal dan berliku, juga proses belajar yang luar biasa untuk mendapatkan itu. Sementara sebaliknya, banyak yang sudah tahu Islam tapi lebih memilih dunia dihadapannya.

Ya intinnya aku ngefans sama beliau. Karena emang seharusnya tiap orang Islam menyampaikan apa yang diyakininya kalau ia beneran yakin terhadap Islam dan beneran sayang sama teman-temannya. Beliau adalah sosok orang yang bikin aku bilang: tah, akhirnya ada orang yang melakukan apa yang disuruh Allah, untuk menyampaikan kebenaran tanpa takut, terutama terhadap nonmuslim. Semoga beliau diberi kesehatan dan umur panjang agar dapat menginspirasi banyak orang lainnya. Ya, tiap orang memiliki caranya sendiri dalam menjalankan Islam. Apakah seperti Abu Bakar yang sangat dermawan? Atau Umar yang selalu siap menghunus pedang jika ada yang mengganggu/menghina Allah dan Rasulnya?

Hal yang aku yakini karena sudah diajarin waktu sekolah dulu, bahwa sudah Sunatullah sejak jaman Nabi Adam hingga akhir zaman, orang yang menyampaikan kebenaran akan ditimpakan fitnah. Pun akan aneh kalau beliau yang sangat fenomenal itu tidak ada yang kontra. Banyak. Semoga beliau dan ulama2 di Indonesia diberi kekuatan dalam menghadapi segala tuduhan. Kitapun, sebagai umat muslim, semoga tidak hidup cari aman dimata manusia, tapi siap selalu hidup menjadi hamba Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s