Prasangka yang terjawab

Sebenernya dari dulu suka penasaran dengan ayat-ayat atau hadist mengenai Hidayah. Bahwa Allah SWT hanya akan memberikan hidayahNya kepada orang-orang sesuai kehendakNya. Kedengarannya kalau lagi kurang iman sih inginnya nanya terus. Kenapa kaya gitu? ‘Licik’ dong? Kalau kaya gitu berarti ga ada pilihan hidup mau beriman atau engga dong? dan seterusnya kesuuzonan akan berlanjut. Akhirnya rasa penasaran ini terjawab di kelas intisari Qur’an di Mesjid Al-Latif oleh ustadz Syahid.

Katanya, Allah hanya memberikan hidayahNya pada orang yang memohon dan sangat menginginkan hidayah. Kedengeran gampang padahal engga. Melepaskan semua ego dan keras-kepala, nol-kan hal hal yang membuat ga ikhlas, dan tanyakan serta mohon bimbingan pada Allah agar ditunjuki jalan apa yang harus ditempuh, bukanlah perkara gampang.

Kini emang ga gampang nyari hal yang bener. Kadang dalam kajian-kajian aja suka masih mikir, ini bener ga yaaa. Atau dengan banyaknya orang yang menyebut golongannya atas nama Islam, bikin kita bingung, mana sih yang bener? Gimana cara berislam dengan seperti yang Allah inginkan dan Rasul contohkan?

Kalau berkaca sama pengalaman diri sih, emang kerasa banget. Bahwa kadang diri ini merasa ujub dan merasa cukup. Atau merasa males. Buat minta hidayah, pertolongan, dan petunjuk dari Allah untuk menjalani hidup. Flat aja rasanya tiap denger ayat yang padahal jleb. Flat aja ketika sadar sebenernya ini lagi hidup ga bener. Bodo amat aja rasanbya ketika saudara-saudara seiman melakukan hal-hal yang saling berlainan. Bukannya nyari tau, malah nyari pembenaran.

Tapi pernah juga, ketika lagi bingung banget, rasanya kalimat ihdina-shirotol-mustaqiim (tunjukanlah aku jalanMu yang lurus) itu dahsyat banget sampe ingin memeluk dia terus kalau kalimat itu adalah orang. Saking takutnya memegang hal prinsip yang salah. Saking gataunya lagi harus memilih apa, karena toh akal kita terbatas untuk memutuskan sesuatu itu bener atau salah. Kalo kata orang hidup dengan tuhan itu urusan pribadi aja, lantas perjuangan Rasulullah 23 tahun untuk Futuh Makkah itu apa? Ngapain Nabi-nabi dan Rasul capek-capek mau dihina, difitnah, diusir, sampai disiksa bahkan dibunuh kalau tuhan hanya cukup untuk hal privat saja?

Kalo nyari pembenaran sih, akan ada alasan, kan mereka nabi dan rasul? Kita kan manusia biasa? Justru Allah mengangkat nabi dan rasul dari kalangan manusia itu gunanya untuk itu. Untuk jadi contoh. Kalau cara berislam mereka dan kita berbeda, kenapa ga sekalian malaikat aja yang jadi nabi?

Bukankah Rasul itu suri tauladan yang harus diikuti dalam hal berislamnya? Jangan sampai yang kita ikutin hanya masalah luar aja. Tapi seluruh sisi kehidupan. Bagaimana ia menjalankan islam dan utamanya, bagaimana beliau ‘menaruh’ Allah dan Qur’an dalam kehidupannya.

Alhamdulillah ini kejawab lagi dari video yutubnya Ustad Adi Hidayat tapi lupa yang mana. Kata beliau, cara Allah menjawab kita udah menjalankan hidup dengan bener atau engga itu ada di ketenangan. Kalau masih merasa rarungsing, ga tenang, banyak panik dan serba cemas, maka carilah. Carilah apa yang harus diperbaiki. Tentu penghambaan jadi nomer satu. Kalau masih ngerasa hebat, maka dihadapan Tuhan buang semua. Supaya dikasih jalan. Supaya si hawa nafsu dan ego ga ikut-ikut campur dalam menentukan hal sekrusial prinsip kehidupan.

 

Advertisements

4 Comments

  1. Kalau kita mendekat kepada Allah, Allah akan lebih mendekati kita (inti sebuah hadits). Jadi hidayah itu emang harus dijemput.

    Dan nikmat terbesar adalah nikmat iman (hadiah terbesar dari Allah swt dalam kehidupan). ๐Ÿ™‚

      1. Ini redaksi lengkapnya..

        ุฃูŽู†ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุธูŽู†ู‘ู ุนูŽุจู’ุฏููŠู’ ุจููŠุŒ ูˆูŽุฃู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ู ุญููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑูู†ููŠุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู†ููŠ ููู‰ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุฐูŽูƒูŽุฑู’ุชูู‡ู ููู‰ ู†ูŽูู’ุณููŠู’ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู†ููŠ ููู‰ ู…ูŽู„ูŽุฅู ุฐูŽูƒูŽุฑู’ุชูู‡ู ููู‰ ู…ูŽู„ุฅู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅู†ู’ ุงู‚ู’ุชูŽุฑูŽุจูŽ ุฅู„ูŠู‘ ุดูุจู’ุฑู‹ุง ุชูŽู‚ุฑู‘ุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฐูุฑูŽุงุนู‹ุงุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุงู‚ุชูŽุฑูŽุจูŽ ุฅู„ูŠู‘ ุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ุงู‚ู’ุชูŽุฑูŽุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูŽุงุนู‹ุงุŒ ูˆูŽุฅู†ู’ ุฃุชูŽุงู†ูู‰ ูŠูŽู…ู’ุดูู‰ ุฃุชูŽูŠู’ุชูู‡ู ู‡ูŽุฑู’ูˆูŽู„ูŽุฉ.

        Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya di dalam diri-Ku. Dan apabila ia mengingat-Ku (menyebut nama-Ku) dalam suatu perkumpulan manusia, maka Aku akan menyebut namanya di dalam suatu perkumpulan yang lebih baik dari perkumpulannya (baca: perkumpulan malaikat). Apabila ia mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya se-hasta, dan apabila ia mendekat kepada-Ku se-hasta maka Aku akan mendekat kepadanya se-depa. Dan apabila ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari-lari kecil. (HR. Bukhari, Ahmad, Tirmidzi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s