Sarang Laba Laba


Hasil dari ceramah tarawih oleh ust Hanan Attaki kemaren di acara Ngabuburide oleh Shift (Pemuda Hijrah) di Lapangan Pussenif adalah mengenai cara mengatasi masalah yang dikaji dari Al Ankabut:69. Kata beliau, surat Al Ankabut ini memang isinya mengenai permasalahan permasalahan dan gimana menghadapinya. Yak lumayan nambah referensi, kalau lagi bingung dan butuh jalan, surat ini enak untuk dibaca (karena relatable). 

Isinya seperti ini

“Jalan-jalan Kami” yang dimaksud adalah jalan jalan keluar atas permasalahan kita. 

Allah menjanjikan penyelesaian masalah dengan syarat: berjihad (untuk mencari KeridhoanNya). Berjihad bukan hanya dalam arti sempit, tetapi termasuk beribadah kepada Allah dan mencari jalan keluar apa yang diridhoi Allah. Contoh berjihad disini yang dipaparkan beliau adalah sholat.

Saat kita memiliki banyak masalah, sangat wajar kalau ingin cerita ke temen, main, jalan jalan, atau dengerin lagu. Tetapi sebelumnya, sholatlah dulu. Karena tidak ada yang lebih berkuasa atas masalah kita selain Allah SWT.

Bukankah kita percaya bahwa Allah bisa mengatur langit, semesta, dan bumi sendirian? Kalau dibanding masalah kita mah masya allah, bagaikan butiran cengek (cabe rawit) dikeripik maicih. Atau bagaikan sebutir garam dilautan. 

Mau dia ditiup, mau di buang, mau ditelen, atau didiemin dan ga dipeduliin, akan sangat gampang bagi Allah. Padahal si butiran garam itu bagi kita mah berasa masalah paling segunung yang bikin ga tidur 7 hari 7 malem. Berasa ga akan ada jalan keluarnya. Berasa ga mungkin bisa selesai. 

Misalnya contohnya masalah mencari jodoh (duh ini mulu). Ini contoh bukan dari aku ya, tapi dari ust hanannya. Aku tidak mau kode dan tidak maksud apapun. Wkwkkw

Saat kita menyukai orang, cara paling ampuh untuk mendekatinya adalah dengan mendekati Pemilik hatinya. Siapa? Allah SWT. Mohonkan padaNya supaya hati si orang itu mau menerima, begitupun dengan keluarganya. Karena urusan hati manusia juga bagi Allah mah kecil. Tinggal dibalik balik bagaikan kita membolak balik bola pingpong. Karena ga ada jaminan kalau kita mendekati orangnya ia akan seketika nerima. 

Sama halnya dengan masalah lain seperti perasaan sombong, sedih, marah, sempit. Mintalah pada Allah agar dilapangkan dada ini dan ditenangkan. Hati ini bukan milik kita. Tapi milik Allah. 

Balik lagi, cara memintanya adalah dengan sholat. Sholat terbaik. Biarkan air mata (dan ingus) membasahi muka bahkan baju kita. Karena kita lemah dihadapanNya. Ga semua keinginan kita tercapai sendirian. Ga semua ujian bisa kita lewati dengan gampang. Tundukkan setunduk tunduknya hati dan ego masing masing agar Allah memberikan jalan jalanNya dan berbagai kemudahan untuk urusan kita. 

Kalau Allah udah janji, mana bisa kita sebagai muslim meragukannya? Siapa lagi yang paling menepati janji selain Allah?

Adapun surat Al Ankabut menceritakan bahwa orang yang menggantungkan masalahnya kepada selain Allah, perumpamaannya seperti sarang laba laba. Sekali tiup, hancur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s