Semua tuhan itu sama?

Kenapa kalimat tauhid itu bukan ‘Tuhanku adalah Allah’. Kenapa harus ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’?

Itu adalah bahasan dari kelas intisari quran (lagi) oleh ust Syahid di Mesjid Al latif minggu minggu lalu.

Padahal, bukankah kedua kalimat itu ‘terlihat’ sama aja?

Kalau kita mau kilas balik. Mari tengok kisah Bilal yang tak henti menggumamkan ‘Ahad.. ahad… ahad’ ketika Umayyah memaksanya kembali menyembah Latta, Uzza, dan Manat. Ahad itu artinya satu (bisi belom tau). Bilal tidak mau menyamakan kedudukan Latta Uzza Manat dengan Allah. Kalau kalimat tauhid itu ‘Tuhanku adalah Allah’ artinya tidak ada larangan untuk memiliki zat lain yang dijadikan tuhan termasuk berhala berhala tadi. Maka harusnya Bilal bisa nyebut juga latta uzza manat. Tapi kan enggak. 

Sebenarnya musyrikin Makkah di jaman Rasul merupakan penyembah Allah SWT. Tetapi mereka juga meyakini bahwa berhala berhala sekitar ka’bah merupakan ‘perantara’ yang juga dianggap tuhan. 

Apakah karena mereka menyembah Allah lantas mereka Islam? Tidak. Karena mereka memiliki zat zat lain (berhala) yang mereka anggap sama kedudukannya dengan Allah. Padahal dasar berislam adalah kalimat ‘tidak ada Tuhan selain Allah’

Pun kalau ditarik kedalam kehidupan sehari hari, seharusnya kita lebih hati hati. Jangan sampai ada hal hal lain yang kedudukannya sama bahkan melebihi Allah di dalam kehidupan kita.

Seperti takut pada manusia yang takutnya melebihi rasa takut kita pada Allah. Atau sebaliknya, terlalu mencintai seseorang sampai sampai lupa pada Allah.

Pun keinginan dan hawa nafsu sendiri. Jangan sampai keinginan kita didewakan sehingga menerobos semua aturan Allah. Atau parahnya, sampai membuat kita meninggalkan Allah. Yaaa ini bahasan yang enak ditulis tapi dilakukan mah luwarbiasa susah dan kadang suka ga sadar. 

Isu kekinian sih isu toleransi. Jangan sampai kita termakan quotes bahwa semua agama itu sama. Atau ‘semua tuhan’ itu sama. Dari luar kalimat itu terdengar adem dan panutan abis. Tapi perkataan ‘baik’ tadi itu menjadi kalimat yang mengusik ‘laa ilaaha illallah’ kita secara tidak sadar. 


Pengampunan (At-Tawbah):24 – Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.


Sapi Betina (Al-Baqarah):165Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s