Doa

Tipe manusia sepertinya ada dua. Ada yang masih ribet dengan dirinya sendiri. Ada pula yang udah mikirin banyak orang. Nah aku ini termasuk yang masih belum selesai dengan masalah sendiri sih.kayaknya.ya. Ya tiap orang pasti punya hal hal yang harus ia taklukan, tapi aku inget pesan seseorang: jangan dibawa ribet. Dan di surat 2 Allah mengatakan bahwa Ia tidak akan membuat kita susah. PR nya adalah: bagaimana kita menyikapi takdir dan masalah biar ga terlalu jadi belibet sama urusan diri sendiri. Utamanya yang bikin ribet itu adalah pola pikir dan perasaan. Hadeuh

Malu banget rasanya kalau misal kemaren2 pas lagi itikaf atau abis kajian, doa doa mereka udah kancah internasional. Ngedoain orang. Orang palestin, suriah, mendoakan persatuan ummat, permasalahan di Indonesia, dll. Yang kadang aku sendiri ga kepikiran. Howww selfish.

Kalo ngebandingin sama diri, selain membicarakan keinginan pibadi, sejauh jauhnya orang yang didoain masih keluarga, orang tua, atau nenek di alam sana. Ga kepikiran bahwa sekarang dibelahan dunia lain banyak yang lagi kesusahan. 

Paling malu lagi, ada doa seorang yang pernah diceritakan oleh ust Hanan Attaki yang mana isi doanya ia ga peduli dengan dirinya sendiri. Terserah Allah mau kasih aku apa, karena aku bukanlah apa apa. Tapi aku hanya minta kemenangan ummat Islam, katanya (waktu perang salib kalo ga salah). 

Bisa ga ya suatu saat ada masa dimana aku udah ga mendoakan semua keinginan diri. Hanya berdoa: kasih aku apapun yang terbaik meski aku ga suka ya Allah, karena Engkau yang lebih mengetahui! Lalu lebih berdoa sungguh sungguh dan detail untuk hal hal lain lebih besar diluar diri. Karena doa adalah cara satu satunya ketika kita tidak bisa melakukan apa apa lagi akan apa yang terjadi pada orang lain. 

Advertisements

4 Comments

    1. Nah iyaaa lupa menambahkan, doa2 keselamatan dan doa2 utk hal2 prinsip juga perlu terus diminta hehe…
      Kayaknya saya kurang menjelaskan klo yg di maksud di tulisan hanya doa2 yg sebatas keinginan dlm hal duniawi aja hehehe

        1. Iya sih..sepertinya tulisan saya masih rancu hahaha maksudnya sih ingin menekankan mengenai penerimaan kita thd qodho dan qodar dan ga ngotot untuk meminta yg sebenarnya ga baik buat kita hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s