Tips Cepat Mendapat Ilmu

Ust Adi Hidayat pagi ini mengisi kajian di Salman ITB mengenai sains. Kajian ini cocok buat mahasiswa karena ingatlah bentar lagi agustus september (hadeh sangat ingin mengeluhh) atau siswa atau siapapun kamu wahai manusia. Karena kajian tersebut mengenai kedudukan ilmu bagi manusia dan bagaimana cara kita “mengakselerasi” ilmu yang kita terima. Ini ditulis dengan bahasa sendiri agar kuingat dikemudian hari dan agar semua yang tadi didapet tertata kembali dikepala saya sendiri. Ini juga belom tertulis semua, tulisan ini langsung aja ke inti: gimana cara mendapatkan ilmu dengan mudah dan cepat.

Ilmu Sebagai Bekal Manusia menjadi Khalifah

Nabi dan manusia memiliki sebuah perbedaan dalam hal ilmu. Seorang Nabi diberi ilmu langsung oleh Allah SWT. Sementara kita sebagai manusia biasa perlu melewati perantara (syariat). Nabi pertama adalah Adam AS yang kisahnya ditulis di QS 2:31.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya,” (QS al-Baqarah [2]: 31).

Tertulis bahwa Allah mengajarkan Adam nama-nama. Yang dimaksud disini (dari tafsir bhs arabnya) adalah, semua ilmu-ilmu Allah ajarkan kepada Nabi Adam secara langsung sebagai bekal atas tugasnya menjadi khalifah. Khalifah itu adalah fungsi manusia sebagaimana spidol berfungsi untuk nulis. Kholifah artinya menjadi pemberi manfaat. Maka jika kita ga bermanfaat, kita adalah manusia yang ga berfungsi sebagaimana spidol yang ga bisa dipake nulis dan tinggal dibuang (duh).

Pada dasarnya semua manusia memiliki potensi ilmu, karena telah Allah beri kepada nenek moyang kita sebelum ia turun ke bumi. Untuk mengaktifkannya, kita harus melakukan hal yang bernama: belajar.

Ilmu adalah Pemberian Allah SWT

Siapakah yang memiliki segala ilmu? Tentunya, Allah SWT. Jika kita lihat dari setiap ayat mengenai ilmu, maka dikatakan bukan kita memiliki ilmu, tetapi sadari bahwa ilmu adalah pemberian dari Allah SWT. (QS 17:85). Meski kita sejenius apa juga jangan anggep itu hasil dari susah payah kita sendiri. Karena itu semata mata milik Allah SWT.

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.

Pemisalan yng di paparkan Ust Adi seperti ini, misal kita sedang butuh pinjaman uang. Si A punya uang 500 juta. Kita ingin meminjam uang si A. Gimana caranya? Caranya adalah mendekati si A. Jika kita dekat dan berhubungan baik dengannya, maka dengan mudah si A akan memberikan uangnya. Semakin baik hubungan kita, mnungkin semakin besar juga pemberian dari A.

Begitupun dengan ilmu. Cara cepat dan tepat agar potensi ilmu yang telah diterima Nabi Adam dahulu aktif dengan efektif adalah: membuat hubungan yang baik dengan Allah SWT. Bagaimana caranya? Tertulis di kalimat akhir QS 2:282, yaitu: bertaqwa. Agar apa? Agar Allah memberikan kita ilmu-ilmuNya dan membuat kita mudah memahaminya.

………Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS 2:282)


Metodologi Belajar yang Dilakukan Ilmuwan Islam dan Nabi Jaman Dahulu

Hanya ada dua. Yakni mengerjakan ibadah dan menjauhi maksiat. Adapun mengerjakan ibadah, terbagi lagi menjadi ibadah ritual dan ibadah sosial. Untuk ibadah ritual, tertuang dalam QS 2:2-5 yakni dengan mengerjakan sholat, infaq, dan perbanyak interaksi dengan Qur’an. Yang digaris bawahi dengat sangat disini adalah: sholat. Sholat dalam ayat tersebut bermakna sholat yang unlimited. Karena ada sholat yang dibatasi, yakni sholat fardhu. Maka maksud dari unlimited disini ialah perbanyak sholat-sholat sunnah dan jangan lupa untuk berdoa meminta kemudahan dalam menuntut ilmu. Karena sekali lagi, yang memiliki ilmu hanyalah Allah SWT.

Sholat Malam

Sholat tahajjud sangatlah istimewa karena ia disandingkan dengan sholat fardhu di QS 17:78-79. Maka perjuangan seorang penuntut ilmu adalah mulai dari dini hari, sebelum fajar. Sholat dan rendahkan diri dihadapan Allah SWT. Minta agar ilmu ilmu mudah kita terima dan menjadi berkah serta manfaat untuk kedepannya. Karena bagaimanapun juga, tugas dan fungsi kita sebagai manusia adalah menjadi khalifah, yang harus menyebarkan manfaat dimuka bumi.

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) shubuh. Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan (oleh Malaikat). (QS. 17:78) Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabbmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS. 17:79)”

Ingatlah, bahwa Allah mengangkat orang berilmu diantara orang beriman beberapa derajat. Ingatlahpula, bahwa ilmu Allah adalah cahaya. Dan cahaya tidak akan masuk kedalam hati yang kotor. Bukankah gelap akan memantulkan cahaya? Maka hapuslah perlahan-lahan segala kegelapan-kegelapan dalam hati kita, karena taubat adalah sebuah perbuatan yang kontinu untuk membersihkan perlahan kotornya diri dan hati.

Al-Qur’an Sebagai Sumber Ilmu

Dalam alQur’an terkandung banyak ilmu-ilmu yang kini telah dikembangkan, misalnya mengenai kisah Nabi Yusuf yang memberi kain untuk menyembuhkan mata ayahnya yang sakit. Atau mengenai proses kehamilan.  Waktu kelahiran prematur. Hingga teori relativitas dan kebumian. Tetapi ini ditulis di tulisan selanjutnya karena panjang.

Semoga bermanfaat

154721f6825b51394d74016365222cd3--id-photo-moslem

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s