Persangkaan

Kadang aku suka merasa ga pantes untuk minta ingin bahagia disegala tempat; didunia dan akhirat. Mengingat bahwa..yah aku mah apa atuh. Padahal aku juga tau doa tersebut jelas udah tercantum di Quran; jadi tidak ada yang salah. Salahnya ada padaku.

Kata Allah, “Aku sesuai persangkaan hambaKu” dan sebagai hamba, barangkali salahsatu implementasi dari “berprasangka pada Allah” adalah dari tiap doa yang kita ucap.

Ada seorang anak sakit parah, ibunya berkata “ya Allah mendingan aku yang sakit daripada anakku”

Ada juga seseorang dijaman Rasul kena sakit parah banget ga sembuh sembuh. Ketika dijenguk rasul, beliau heran dan nanya ke yang sakitnya. “Kok bisa sih sakit separah ini? Karena apa?” 

Akhirnya terungkap, “Saya selalu mohon pada Allah untuk balaskan dosa dosa saya didunia, agar diakhirat saya bebas dari hukuman”

Kata Rasul, “loh? Kenapa ga doa minta diampuni aja dosanya? Ga akan ada orang yang sanggup untuk menerima hukuman dari Allah”

Allah bersifat “Revenger”. Maha Membalas setiap perbuatan. Tapi apakah kita lupa Allah juga punya wajah lain yaitu “Forgiver”. Giliran kita pilih mau bertemu Allah yang Maha apa? 

Berprasangka baiklah kepada Allah karena itulah sifat yang akan Dia tunjukkan pada kita. 

Kalau bisa minta anak sembuh kenapa harus minta sakitnya dipindahkan ke ibunya? Allah juga sanggup untuk menghilangkan penyakit itu. Kenapa malah minta kita yang sakit?

Seperti juga kisah Nabi Yusuf ketika menghadapi makar Zulaikha yang rasa sukanya pada Yusuf sudah berubah jadi benci karena ditolak. 

Yusuf berdoa, “Ya Allah lebih baik aku dipenjara daripada harus menghadapi makar makarnya Zulaikha”. Benerlah akhirnya beliau dipenjara. Sebenarnya bisa aja kan Nabi Yusuf minta agar dijauhkan aja dari Zulaikha. Tidak perlu minta masuk penjara.

Ya, kita memang tidak pantas untuk menerima surga dan pantas untuk menerima hukuman hukuman atas dosa dosa kita. Tapi tidak akan “pantas” dan tidak mungkin bagi Allah untuk membiarkan hambaNya tersiksa.

Maka selalu berpositif thinkinglah atas segala yang terjadi dan “lihat”lah Allah dengan huznudzon agar hidup kita mudah dan bahagia di dunia dan di akhirat dalam lindunganNya.

—–

Inspirasi: kajian ladies day oleh Haneen Akira

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s