I Live in Curious City

Sebuah ujian nan cobaan bagi pengacara seperti saya yang sebenernya ga ada kerjaan full time yang pasti ini dalam hal managing time. Kalo dulu pas kuliah kayaknya hidup ini ketinggalan jaman banget, nama nama artis aja ga pada tau, lah sekarang semua gosip diketahui karena tiap malem mantengin instagram. Memang jaman sekarang syetan syetan bertengger di explor instagram membuat lupa waktu sambil sering nyinyir sendiri dalam hati. Betapa sampahnya ini aktivitas.

Selain ngepoin hal hal yang nyebelin, tentu kita juga akan seneng ngepoin orang orang yang kita senangi meskipun ga fans fans amatlah ya. Kaya kirana ato public figur yang anaknnya lucu lucu atau bikin adem karena cantik. Yaa meski aku perempuan tapi ngeliat sesama perempuan yang cantik ada kesenengan tersendiri ngepoinnya, dan ini normal dialami setiap wanita. Tanya aja. Kadang komen ‘ih kamu cantik’, ‘ngga ih cantikan kamu’ adalah ikhlas dari dalam hati bukan ingin sirik ato apa.

Selain instagram, banyak hal di gadget yang bikin lupa waktu. Seperti halnya youtube atau webtoon. Tapi menurut aku masih agak mending sih, karena terparah ga pentingnya adalah instagram karena udah masuk ranah hidup hidup orang. Meskipun merekanya pun memang nampilin kehidupan mereka untuk diliat orang, tapi terus apa manfaatnya buat aku? ***abis ini padahal ngabisin 2 jam buka ig wkwk

Masih didapat dari Ladies Day oleh Haneen Akira

Teruntuk para orang orang yang penasaran,  ingatlah,

Ketika kita kepoin orang-orang gak penting, maka kita akan semakin minim mengenal orang-orang penting. Bahkan kita ga akan tau tentang orang-orang penting.

Orang penting disini adalah orang yang dalam kehidupannya dapat dijadikan hikmah dan ilmu buat kita. Bukan orang yang cuman sekedar memuaskan kepenasaranan padahal ga ada ngaruhnya sama hidup kita. Lebih baik jadi sedikit rasional dan pikirkan apa yang akan berdampak buat kita.

Contohnya adalah kepoinlah orang-orang soleh jaman dahulu. Seperti Asiyah, Maryam, Fathimah, Zainab, Aisyah, dan seterusnya. Bukan karena parasnya, hitsnya dalam gaya hidup, kekayaan, tapi karena banyak manfaat dan hikmah yang bisa diambil dari kehidupan mereka.

Selain dalam medsos, kita juga harus meminimalisir pikiran. Jangan banyak memikirkan manusia. Mengingat Allah itu obat, mengingat manusia itu penyakit. Sulit kaaaan? Iyaaa emang. Hal ini perlu dibiasakan dan tentunya perlu niat dulu apakah kita beneran mau move on? Move on bukan dalam pindah dari satu orang ke orang lain, tapi pindah dari orientasi hati ke manusia menuju orientasi hati ke Allah. Sehingga ga akan banyak gelisah hati ini ketika semuanya sudah dipasrahkan pada Allah SWT.

Ketika kita bergumul dengan aktivitas, lamunan, dan pikiran gak penting, sebaiknya segera cari hal hal positif yang menambah ilmu dan iman.

Semua ini masih PR juga, semoga sehabis ditulis bisa lebih jadi orang bermanfat dalam ngabisin waktu. Ya Allah lindungilah kami dari aktivitas yang sia sia.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s