Math of God

Keinginan kita dan keinginan Allah kadang berbentrokan (QS 8:5-8). Contoh: Maryam merasa berat ketika ia yang menjaga kesucian dikabarkan akan punya anak. Aisyah istri Rasul diberi fitnahan selingkuh. 

Atau tengok kisah diri sendiri. Banyak hal yang terjadi tidak sesuai keinginan. Urusan pilihan sekolah, karir, dst. Ketika kita ikhtiar sampe peluh habis, ternyata hasilnya jauh dari harapan.

Bukan, bukan berarti Allah sedang benci. Bukan berarti Allah jahat pada kita. Dia sedang menyiapkan kejutan kejutan dan surprise bagi ia yang sabar dan ridho atas ketentuanNya.

Sebagaimana ribuan pasukan malaikat yang datang diperang badar. Sebagaimana air mengalir di kaki Maryam dan pohon kurma yang (logically ga mungkin terjadi, tp sama Allah malah bisa) menjatuhkan kurma kurma muda, atau tengok juga kisah hidupmu. Beberapa waktu setelah keterpurukan dan belajar menerima, Ia selalu siapkan kejutan terbaik sebagai hadiah dari kesabaran kita.

“Aku sesuai prasangka hambaKu”

Ketika kita diuji dengan tidak mendapatkam segala yang diinginkan, husnuzon pada Allah selalu menjadi yang terbaik. Karena prasangka itulah yang kelak akan terjadi. 
-Math of God, TSM, 04 Okt 2017,

 Ust. Hanan Attaki

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s