#WHATTODO

Setelah mengikuti rangkaian acara dari IA ITB Jabar 3 hari ini mengenai Entrepreneurship, saya punya beberapa kesimpulan yang tidak akan dijelaskan secara essay, tapi lebih to the point dan berupa gambaran apa-apa yang harus dilakukan kedepannya:

NETWORKING

  1. Meski belum merintis usaha sendiri secara serius, tapi harus dibiasakan punya mental pengusaha yang pikirannya selalu lincah dan aktif mencari peluang.
  2. Peluang tersebut berupa: networking. Psssssst….lebih enak networking dengan lulusan univ/SMK lain dibanding dengan kampus sendiri (berdasarkan pengalaman bapak2 dan kakak2 senior di IAITB)…………karena kalau sama sesama, biasanya susah eksekusi dan berakhir hanya teori saja.
  3. Cara tersimple networking: like ig teman selama itu ga salah, selalu hadir diacara kumpul-kumpul (terutama ke teman yang jarang ketemu). Reuni SMA wajib hadir (setelah kemarin super males semales-malesnya sekarang jadi ingin cepat-cepat!)
  4. Kalau ingin belajar/cari pengalaman, cari yang linear dengan bisnis plan, jangan yang macem-macem. Misal ingin usaha di bidang coastal engineering tapi sekarang malah kerja di bank. Kan ga nyambung.
  5. Selalu daftar acara-acara di kota Bandung. Seperti pelatihan-pelatihan, Bandung Berdaya, Google Gapura, dll. Acara semacam ini banyak banget, adapun infonya biasa didapat di grup-grup whatsapp. Ambil ilmunya dan “keep” orang-orang yang udah kenalan sama kita. Sudah beberapa kali aku ikut, dan bener-bener memperluas wawasan dan pergaulan.
  6. Baper udah ga jaman.  meski temen ada yang jahat dengan jahat sebesar dan sekecil apapun, gapapa. Kita harus tetep baik dan positif. . Kalo kita butuh, dia masih bisa menerima kita karena selama ini kita ga pernah jahatin dia. Ga seperti dia ke kita, akan segan karena misal pernah ‘jahat’
  7. Teman itu kaya bank. Ga bisa kita ambil uang kalau ga pernah nabung. Maka, sejak sekarang, bantu sebisanya kalau ada yang minta. Bantuan-bantuan itu adalah tabungan kita. Kelak kalau kita perlu “narik uang” a.k.a butuh bantuan, ga akan sulit karena sudah nabung banyak. Kalau masih ga bisa narik meski kita udah baik, maka jaga hubungan tapi jangan pernah libatkan dalam hal serius untuk kedepannya.
  8. Jangan sombong dengan posisi sekarang. Hidup masih panjang, manusia masih bisa berkembang. Kalau kita underestimate ke orang lain, kita ga pernah tau kedepannya dia bisa jadi mitra terbaik yang membantu saat kita jatuh.
  9. Kalau bicara sama siapapun, posisikan diri selevel dengan dia. Misal bertemu owner perusahaan besar, maka jangan jadi rendah diri, posisikan kita juga “seperti dia”. Karena ga ada orang yang suka ngobrol lama dengan orang yang levelnya berbeda.

BISNIS PLAN

  1.  Jangan main langsung eksekusi, tulis dulu serapih-rapihnya sejelas jelasnya. Buat bisnis canvas model (bisa download di https://strategyzer.com/platform/resources) dan konsep marketing dan seterusnya.
  2. Love your customer not your product
  3. Jangan kira sekali jalan langsung akan berhasil, 1-3 tahun abisin dulu gagal-gagalnya. Yang penting tetap istiqomah dan terus maju meski tahun pertama belum ada profit.
  4. Belajar lebih banyak lagi dari jurnal-jurnal MBA
  5. Belajar bisnis dan managemen lewat pelatihan dan seminar-seminar
  6. Belajar finansial dan pengaturan keuangan
  7. Biasakan tulis pengeluaran pendapatan pribadi. Pisahkan dengan kerjaan.
  8. Belajar digital marketing (FB Ads, web development, copywriting). Karena mau usaha bidang apapun di jaman ini bakal butuh hal-hal tersebut.
  9. dll.

 

NB. bisa ditambah dan dilengkapi lagi sewaktu-waktu

Sengaja ditulis ulang, karena takut lupa dan malah menguap

 

Advertisements

Pengecualian

Setiap hari, setiap saat, dan setiap tindakan membuatku berfikir bahwa semesta selalu mengecualikan aku. Aku adalah tidak ketika semua orang adalah iya. Aku adalah pergi saat semua orang datang. Aku adalah setiap kebaikan yang menjadi debu. Aku adalah setiap jahat yang selalu teringat. Aku juga kau saat kau tidaklah aku.

Akhirnya aku menyadari. Akulah yang mengecualikan aku. Akulah yang berjalan sendiri ke lingkaran sendiri. Hilang sudah semua kecuali diri.


draft 5/11/2017

Limiting Social Media

I’ve bunch of free time (beside waiting for scholarship announcement and make plans for bussiness with rifa) which means I have chance to do anything unimportant like scrolling my handphone for ages or hanging out with friends every-single-day. I realized that I have to be discipline and limit myself to do such things. So here are how I tried to be productive and limit myself for staying with my phone for years:

1. Uninstall line and download line lite. Line lite won’t allow you to look at timeline or read Line Today. Sometimes if there’s a notification, they stay silent. So I apologize that I took an age to reply your messages. I do not consider too much to use line lite instead the usual line because ‘important’ people would text me on whatsapp. Positive side of line lite is it allow you to know who read your messages in a group. For instances this is how I sent a message:

After I push the black round, I immadiately know who read my message:

Innnn adddition, line lite has a very friendly size of space unlike the usual-heavy-line.

2. Uninstall instagram (sometimes). I had bad behaviour like stalking instagrams of celebrity or kids or jokes. It takes ages for me to stay on instagram and spend my internet quota there. 

3. Download Duolingo so that you can learn any language. Download Wattpad then you can read whatever books you want. Download Pinterest for new ideas and diys. Download…. hungry shark…….because it was ffffffffun!

Breadegg #recipe

Ini adalah sebuah resep nenek moyang kami. Biasanya kalau pagi pagi lagi ingin, maka aku membuat sarapan dengan ini. Pada dasarnya ia terbuat dari roti dan telur. Kalau kamu tahu cara bikinnya, mungkin kita memiliki nenek moyang yang sama.

Bahan yang diperlukan hanyalah:

1. Roti 2. Telur 3. Susu/kopi 4. Gula dan garam

Sangat mudah kan????

Caranya hanyalah begini:

Potong bagi empat roti tawarnya. Jumlahnya sesuaikan saja. Buat satu telur bisa 4 slice roti tawar biasa atau 2 slice roti gandum.

Kemudian di mangkuk terpisah, siapkan telur. (Harus pisan ada gambarnya)

Karena dirumah adanya susu bendera, maka aku buat segelas kecil susu. Biasanya kalau vavorit aku adalah pake cappucino atau kopi kopi instan. Biar rasanya kaya roti boy heuheuheu. Kemudian susu/kopinya masukkan ke telur.

Di gambar atas terlihat ada keju kenapa? Karena iseng aja hehe. Boleh pake boleh engga sesuai selera. Kalau bisa pake kejunya yang melt. Kalau engga nanti susah dipanasinnya.

Maaf ya kalau minim karena ini dari hp. Masukkan sedikit garam dan gula sesendok makan kedalam adonan telur dan susu yang udah dikocek.

Siapkan api yang kecil dan penggorengan yang sudah ada menteganya. Lalu satu persatu rotinya masukin ke adonan telur susu. 

Begitulah penampakan miringnya ketika semua roti sudah direndam telur dan segeralah masukkan ke penggorengan dengan api super kecil. Agar supaya adonan telur di dalam roti juga ikut matang.

Karena lama, kamu bisa nunggu sambil cuci piring. Atau kalau seperti aku yang ga sabaran, tutup ajalah biar cepet panasnya.

Jika sudah matang dan sudah dibulak balik maka angkatlah. Sudah jadi!! Tinggal tambahkan topping suka2 seperti eskrim atau apalah. Karena maklum abis pindahan, jadi yang aku bikin hanya pakai cokelat dan keju ajah.

Meski keliatannya biasa aja tapi kalau kamu bisaan masaknya maka enak tau! Ini adalah makanan yang sejak sd hingga hari ini aku sukai. Karena gampang dan ga membosankan. Bisa eksperimen juga susunya diganti dengan apa aja. Seperti matcha, kopi, dan varian rasa lainnya. Semoga bermanfaat.

Journal

Can’t believe 2015 was 2 years ago when it feels like yesterday. Yet those memories I wrote on my journal, I almost forgot, but thx to past-shofia who had intention to write down journal so your future-shofia (2017-shofia, i mean) can remembered it all agaiin. 

When I see words there in my journal like ‘blue’, ‘diving class’, suddenly the memories play in my mind like I back to those moments again. I can also feel the emptiness or happiness occured in those 2015-days. 

It’s not that necessary, really. But…it just to make sure that I had lived in my past. You know sometimes, past, dreams, and imagination become mixed that I cant conclude is it ever really happened or only in my mind. Or is it just me?

Today I am going to move with all of family of course, then I packed my books and found that diary that I havent write for like…2 years?

Well, write down journals or letters to future yourself will be fun and give you mixed feelings, I thought.