Bebersih Hati

Aku memiliki seorang teman perempuan yang aku selalu merasa positif kalau kami mengalami deep conversation. Berbeda dengan orang orang pada umumnya–termasuk beda dengan diriku sendiri. Ia orang yang paling tidak suka membicarakan orang lain. Setiap aku bercerita tentang seseorang yang mana ceritanya negatif, ia pasti selalu mencoba menetralkan dan berusaha dibawa positif.

Tanggapannya kurang lebih selalu begini, “Oooh…dia itu gitu ya…. tapi ah kayaknya mungkin dia punya masalah lain, jadi mungkin ga bermaksud kaya gitu,….dst….dst”. Ia selalu mencari celah positif sebisa mungkin. Dabes. Saat mulut-mulut terkadang paling enak bergosip, bergibah, dan prasangka, ia sebisa mungkin mengubah pola pikir aku terhadap orang lain. Selalu ia berhasil siram api gosip yang sudah membara di ujung lidah ini. Akhirnya kami hanya bicara tentang masalah masalah sendiri tanpa bawa orang lain.

Jadinya aku malah merasa malu dan terpukau dengan kepositifan hidupnya dalam menanggapi kehidupan orang lain. Yah, aku mah apa atuh gosip rafi ahmad ayu ting ting aja kadang masih diikutin. Tapi atleast sebisa mungkin ga berusaha ngikutin kehidupan temen temen sekitar aku sih (kalau mereka ga cerita langsung) dan berusaha untuk ga kepo. Meski ingin. Hahahaha.

Adalagi seorang teman diatasku 2 atau 3 tahun. Setiap ngobrol sama dia berasa sehabis nonton mario teguh dan mendapat golden ways. Ia bukan orang yang suka sedih dan tidak suka dengerin lagu sedih. Segala hal dia ketawain dan dibawa positif. Akhirnya ia selalu terlihat enjoy dan bahagia meski mungkin hatinya menangis (kwkw alay).

Dulu aku pikir mungkin karena ia laki-laki jadi mudah untuk ga gampang galau dan menjaga mulut dari gosip. Tapi semakin bertambah besar, yang namanya menjaga mulut, sama aja kok sulitnya baik itu buat laki-laki atau perempuan, wkwkwk.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurot:12)

Mungkin engkau juga pernah denger kisah sahabat yang kata Rasul dijamin surga. Orang itu lalu dikepoin oleh Abdullah bin Amr sampai Abdullah nginep 3 hari dirumahnya. Hasilnya apa? Abdullah merasa nihil. Ga ada amal amal istimewa yang dilakukan lelaki ahli surga tadi.

Setelah ditanya, ternyata kuncinya adalah: ia selalu berusaha untuk menjaga dirinya dari prasangka, benci, dan dengki kepada orang lain.Subhanallah emang susah banget, sampai sampai hal itu bisa membawa dia jadi ahli surga.

Meskipun secara teori, ya siapalah yang mengenal diri seseorang lebih dari dia dan Tuhannya. Temen deket kitapun terkadang ga kita mengerti 100 persen, apalagi orang yang cuman kenal, apalagi yang cuman liat di medsos, apalagi yang cuman kamu baca blognya doang….hehehe. Mau prasangka dan ngatain apapun juga buat apa, karena tidak ada positifnya buat diri dan belum tentu apa yang kita judge kan itu benar.

Memang perlu diingat selalu bahwa Allah maha pembolak balik hati. Iman manusia bisa banget naik turun. Saat kita sedang naik lalu menjudge orang lain yang istilahnya mah lagi ‘dosa’, itu ga serta merta membuat kita lebih mulia. Siapa tau diakhir hayat keaadaan dibalik karena kesombongan kita. Gampang buat Allah mah. Tapi menjaga agar tetap rendah hati dan ga menyalahkan orang, memang lebih sulit.

Apalagi masa kini yang mana mudah untuk melihat orang-orang dari kejauhan. Misalnya lewat instagram, path, blog, atau apapun yang kamu pake. Liat temen jatuh, ingin sedikit ketawa. Liat temen sukses, ingin sedikit iri. Liat temen nikah, jadi ingin nyusul (kwkwk canda). Kalaupun hal itu ga kita katakan, tapi setidaknya hati yang liar ini terkadang selalu terbesit sedikit prasangka dan negatif saat melihat orang–dan memang butuh latihan banyak untuk membuat si hati ini selalu positif dan rendah hati.

Kita perlu ingat sejarah juga, bahwa Iblis si makhluk yang paling taat dan rajin aja bisa tergelincir ke neraka hanya karena…………………..dengki.

Yah, kalau mau ngaca mah, ibadah diri ini belom sehebat iblis dimasa lalunya, lalu kalau ditambah penyakit-penyakit hati? duh…..

Juga perlu diingat kisah Abu Jahal, juga Ahli Kitab Yahudi di jaman Rasul. Mulanya mereka menerima dan ingin mengimani Allah. Tetapi karena rasa iri dan dengki pada Muhammad SAW, mereka malah jadi ingkar dan berbalik kebelakang.

Berhubung esok lebaran, momen yang sangat tepat untuk mencoba memaafkan semua kesalahan orang dan meminta maaf atas segala kesalahan kita. Semoga momen ini tidak berakhir hanya sehari. Tetapi menjadi awal bagi diri untuk selalu berusaha tetap membersihkan hati dari segala penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, prasangka, tajazzuz (kepo), dan ‘mencampuri urusan orang lain’.

Mohon maaf jika ada salah.
Taqobalallohu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum

Semoga amal ibadah di Ramadhan kita diterima olehNya,

juga tercapai tujuan dari Ramadhan ini: menjadi taqwa.

 

 

Back to school

Aku bosan

Tetapi bosan itu teruapkan oleh matahari lalu ia terbang ke langit. Kelak akan menjadi awan menyebalkan, semenyebalkan saat ia terkurung dalam diriku.

Tetapi tidak pernah lagi aku bosan pada laut. Untungnya, langitpun. Meskipun disini lagi, dan orang itu lagi, dan diriku yang ini lagi, dan hal hal yang kamu benci, yang menempel padaku. 

Selalu kubilang tak peduli, padahal peduliku selalu menyatu dengan bosanku.

Semua tuhan itu sama?

Kenapa kalimat tauhid itu bukan ‘Tuhanku adalah Allah’. Kenapa harus ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’?

Itu adalah bahasan dari kelas intisari quran (lagi) oleh ust Syahid di Mesjid Al latif minggu minggu lalu.

Padahal, bukankah kedua kalimat itu ‘terlihat’ sama aja?

Kalau kita mau kilas balik. Mari tengok kisah Bilal yang tak henti menggumamkan ‘Ahad.. ahad… ahad’ ketika Umayyah memaksanya kembali menyembah Latta, Uzza, dan Manat. Ahad itu artinya satu (bisi belom tau). Bilal tidak mau menyamakan kedudukan Latta Uzza Manat dengan Allah. Kalau kalimat tauhid itu ‘Tuhanku adalah Allah’ artinya tidak ada larangan untuk memiliki zat lain yang dijadikan tuhan termasuk berhala berhala tadi. Maka harusnya Bilal bisa nyebut juga latta uzza manat. Tapi kan enggak. 

Sebenarnya musyrikin Makkah di jaman Rasul merupakan penyembah Allah SWT. Tetapi mereka juga meyakini bahwa berhala berhala sekitar ka’bah merupakan ‘perantara’ yang juga dianggap tuhan. 

Apakah karena mereka menyembah Allah lantas mereka Islam? Tidak. Karena mereka memiliki zat zat lain (berhala) yang mereka anggap sama kedudukannya dengan Allah. Padahal dasar berislam adalah kalimat ‘tidak ada Tuhan selain Allah’

Pun kalau ditarik kedalam kehidupan sehari hari, seharusnya kita lebih hati hati. Jangan sampai ada hal hal lain yang kedudukannya sama bahkan melebihi Allah di dalam kehidupan kita.

Seperti takut pada manusia yang takutnya melebihi rasa takut kita pada Allah. Atau sebaliknya, terlalu mencintai seseorang sampai sampai lupa pada Allah.

Pun keinginan dan hawa nafsu sendiri. Jangan sampai keinginan kita didewakan sehingga menerobos semua aturan Allah. Atau parahnya, sampai membuat kita meninggalkan Allah. Yaaa ini bahasan yang enak ditulis tapi dilakukan mah luwarbiasa susah dan kadang suka ga sadar. 

Isu kekinian sih isu toleransi. Jangan sampai kita termakan quotes bahwa semua agama itu sama. Atau ‘semua tuhan’ itu sama. Dari luar kalimat itu terdengar adem dan panutan abis. Tapi perkataan ‘baik’ tadi itu menjadi kalimat yang mengusik ‘laa ilaaha illallah’ kita secara tidak sadar. 


Pengampunan (At-Tawbah):24 – Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.


Sapi Betina (Al-Baqarah):165Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

Anak-anak ngomongin anak

Dari judulnya ini terkesan tulisan berat padahal enggak. 

Kemarin 3 anak sd kelas 3 nginep di rumah; yakni temen2nya adik yang paling bungsu. Pas sahur, aku deketin mereka sambil ngemil kastengel. Ternyata lagi pada ngobrol. Sebut saja namanya Naira, Syifa, dan Qisthi. Tiba tiba, syifa bertanya;

S : teh opi mau punya anak berapa? 

*pas lagi mikir berat, disamber sama naira*

N : aku mau 12 ah

Aku : eeeeeh banyak amat 

S : aku mah 10 aja ah

Q : ih kalian jangan banyak banyak

Aku : Qisthi mau berapa emang? 

Q : 8 aja

……………..sama aja………

N : ga deh, mau 18. Nanti sama orang tua jadi di rumah bakal ada 20 orang biar seru

Ok…ok…

Akhirnya aku tidak melanjutkan percakapan tersebut karena mau imsak. Cita cita mereka entah ingin diaminkan entah enggak. Semoga diberi yang terbaik aja ya de ade.

Sarang Laba Laba


Hasil dari ceramah tarawih oleh ust Hanan Attaki kemaren di acara Ngabuburide oleh Shift (Pemuda Hijrah) di Lapangan Pussenif adalah mengenai cara mengatasi masalah yang dikaji dari Al Ankabut:69. Kata beliau, surat Al Ankabut ini memang isinya mengenai permasalahan permasalahan dan gimana menghadapinya. Yak lumayan nambah referensi, kalau lagi bingung dan butuh jalan, surat ini enak untuk dibaca (karena relatable). 

Isinya seperti ini

“Jalan-jalan Kami” yang dimaksud adalah jalan jalan keluar atas permasalahan kita. 

Allah menjanjikan penyelesaian masalah dengan syarat: berjihad (untuk mencari KeridhoanNya). Berjihad bukan hanya dalam arti sempit, tetapi termasuk beribadah kepada Allah dan mencari jalan keluar apa yang diridhoi Allah. Contoh berjihad disini yang dipaparkan beliau adalah sholat.

Saat kita memiliki banyak masalah, sangat wajar kalau ingin cerita ke temen, main, jalan jalan, atau dengerin lagu. Tetapi sebelumnya, sholatlah dulu. Karena tidak ada yang lebih berkuasa atas masalah kita selain Allah SWT.

Bukankah kita percaya bahwa Allah bisa mengatur langit, semesta, dan bumi sendirian? Kalau dibanding masalah kita mah masya allah, bagaikan butiran cengek (cabe rawit) dikeripik maicih. Atau bagaikan sebutir garam dilautan. 

Mau dia ditiup, mau di buang, mau ditelen, atau didiemin dan ga dipeduliin, akan sangat gampang bagi Allah. Padahal si butiran garam itu bagi kita mah berasa masalah paling segunung yang bikin ga tidur 7 hari 7 malem. Berasa ga akan ada jalan keluarnya. Berasa ga mungkin bisa selesai. 

Misalnya contohnya masalah mencari jodoh (duh ini mulu). Ini contoh bukan dari aku ya, tapi dari ust hanannya. Aku tidak mau kode dan tidak maksud apapun. Wkwkkw

Saat kita menyukai orang, cara paling ampuh untuk mendekatinya adalah dengan mendekati Pemilik hatinya. Siapa? Allah SWT. Mohonkan padaNya supaya hati si orang itu mau menerima, begitupun dengan keluarganya. Karena urusan hati manusia juga bagi Allah mah kecil. Tinggal dibalik balik bagaikan kita membolak balik bola pingpong. Karena ga ada jaminan kalau kita mendekati orangnya ia akan seketika nerima. 

Sama halnya dengan masalah lain seperti perasaan sombong, sedih, marah, sempit. Mintalah pada Allah agar dilapangkan dada ini dan ditenangkan. Hati ini bukan milik kita. Tapi milik Allah. 

Balik lagi, cara memintanya adalah dengan sholat. Sholat terbaik. Biarkan air mata (dan ingus) membasahi muka bahkan baju kita. Karena kita lemah dihadapanNya. Ga semua keinginan kita tercapai sendirian. Ga semua ujian bisa kita lewati dengan gampang. Tundukkan setunduk tunduknya hati dan ego masing masing agar Allah memberikan jalan jalanNya dan berbagai kemudahan untuk urusan kita. 

Kalau Allah udah janji, mana bisa kita sebagai muslim meragukannya? Siapa lagi yang paling menepati janji selain Allah?

Adapun surat Al Ankabut menceritakan bahwa orang yang menggantungkan masalahnya kepada selain Allah, perumpamaannya seperti sarang laba laba. Sekali tiup, hancur.

Venus & Mars

Ternyata, beberapa perbedaan kecenderungan laki laki dan perempuan yang biasa kita baca dibuku ‘venus&mars’ (duh judul lengkapnya apa yak panjang wkwk) ada yang sudah dikatakan di Quran.

Pada dasarnya kita semua sama manusia dan memiliki banyak kesamaan seperti rasa takut, senang, sedih, dengki, hingga marah. Tapi dalam beberapa hal tentunya laki laki dan perempuan itu berbeda. Salahsatunya dari kecenderungan keinginannya.

Ini aku dapet dari kajian intisari Quran kemaren oleh ust Syahid di Mesjid Al Latif. 

Banyak sekali di Quran dikatakan bahwa kelak di surga akan ada bidadari bidadari. Sering rasanya kepikiran kalau buat kita sebagai wanita apakah ada semacem bidadari gender laki laki?

Jawabannya tentu wallahu alam bish shawab. Tapi menurut beliau, ini menunjukkan bahwa keinginan laki laki yang paling besar adalah terhadap wanita. Dan disurga, keinginan itu akan tercapai. Bahkan di surat 4:28 tertulis bahwa manusia itu lemah. Dan banyak tafsir menyatakan bahwa makna lemah disini adalah lemah terhadap perempuan. 

Lalu bagaimana dengan perempuan? 

Mari tengok surat At Tahrim. Disana tertulis doa Asiyah, istri Firaun, yakni permohonan untuk diberikan istana disurga. 

Yang secara tidak langsung menunjukkan keinginan dominan wanita adalah terhadap harta. Maka ga aneh di asia barat sana banyak perempuan ga mau nikah karena udah mapan tanpa lelaki. Yang ujungnya membuat problem baru: piramida populasi yang berbentuk segitiga kebawah. Artinya anak kecil minim dan orang dewasa banyak. 

Mangkanya mungkin banyak sangkaan (padahal kenyataan) bahwa perempuan itu matre dan laki laki itu hidung belang wkwkwk

Disinilah agama memegang peranan penting untuk menyeimbangkan keduanya untuk kita tidak boleh takluk pada hawa nafsu, dan diberi batasan batasan tertentu agar ga berlebihan menuruti hawa nafsu.

Well ini bicara secara umum dan bukan perorangan. 

Meskipun sebaliknya, kita bisa lihat sendiri sedesperate apa perempuan kalau patah hati dan sejahat apa lakilaki kalau ga punya uang (misal jambret dll). Pada akhirnya, manusia memang memiliki segala kelemahannya. Peganglah agama agar bisa mengendalikan semua lemah itu, bukan mereka yang mengendalikan kita. Dalam kasus ini umumnya, wanita (atau lelaki) dan harta.

World Ocean Day!

Yeay. Katanya sih hari ini adalah world ocean day dan aku peringati dengan ngepost di instagram. Dah gitu doang. Wkwkw memang kurang berguna tapi ga apalah.

Laut pernah jadi membosankan dikala kami banyak mabok akibat ngukur pakai perahu kecil, bikin gosong karena memang itu gunanya pantai, bikin keringetan karena jalan banyak dan matahari yang sulit kompromi, dan tiada mana sempat kami bersantai menikmati senja atau keindahan langit dan suara deburan ombak karena terlalu banyak susah yang diresapi dibanding syukur. Tapi tetap saja mereka sedikit menghibur. 

Belajar di oseanografi mengajarkanku keteraturan semesta sebegitu hebatnya. Gesekan angin, gerakan arus, cuaca, gelombang, semua berintergasi secara sangat ribet kalau dipelajari dan bisa keluar lembaran rumus hanya untuk sebuah gerakan indah mereka, yang masya allah, baru lulus kemaren tapi sudah terlupa. 

Itu baru mengenai laut saja. Pun belum selesai semua. Belum lagi hal hal lain seperti tanah yang kita injak, udara yang kita nafas, hewan yang kita makan, hingga angkasa yang kita selalu ambil foto senjanya. Pasti ilmunya sangatttt beliber (eh belibet) dan gatau lagi sebanyak apa rumus yang keluar dan simpulan yang jadi buku. 

Semakin tahu maka semakin banyak tidak tahu. Jadi sadar mengapa banyak sekali perintah di quran untuk tafakkur. Karena semesta dan alam dunia ini memang membuktikan bahwa benarlah Allahu Akbar itu.

Benar bahwa ilmu manusia hanyalah setitik air disamuderaNya. 

Hah

Ingin posting tiap hari. Tapi tidak bisa nulis apa apa di hari ini. Kasih foto itu sajalah buat yang membuatku jadi tidak bisa nulis hari ini karena ide yang berhasil ia uapkan. Hehehe samp p pah

Point of View: rok & celana

Aku tidak tahu apakah ini tulisan pembenaran atau bagaimana, tapi ini pendapatku mengenai hijab bagi perempuan dan berbagai hal serupa.

Aku bersekolah islam selama 11 tahun. Ketika keluar, lalu aku sma, lalu aku kuliah. Ketika itu aku ke kampus pakai rok. Anehnya beberapa orang malah nyelametin: cie sekarang udah pakai rok. Selamat ya. 

Buat apa? Toh esok belum tentu pakaianku sama. Lalu ada seorang kenalan yang mulanya sering pakai rok, lalu berganti jadi celana. Di kelas ada yang bertanya: eh sekarang jadi pakai celana? Kenapa? 

Parahnya, ada juga yang ngomongin di belakang. Seolah negatif banget. 

Ya, mungkin kalau kasusnya yang ia pakai adalah celana skinny yang membentuk kaki itu bisa dikatakan kemunduran. Karena dulunya menutup bentuk badan, sekarang malah membentuk kaki. Tapi ini dia memakai celana yang longgar. Menurutku ga salah.

Pun kadang aku sering salah kostum. Pernah ke kajian salaf tapi aku pakai celana dan baju peach. Yang lain hitam dan kerudung lebar. Ok. W jadi berasa anak paling tabarruj semesjid. 

Atau waktu TPB pernah iseng ikutan majelis HATI yang isinya HTI. Aku pake bajunya potongan. Bukan gamis. Warna warni. Kadang celana. Ok. Ngerasa paling pinerakaeun. Mata orang orang pun kadang ngeliatin. Ahhh biarsajah.

Aku tahu pakaianku ga sempurna. Baru sekarang sekarang aku merubah celana yang dulu jeans menjadi celana lebih longgar. Aku tahu mungkin dimata orang level aku masih dibawah dan perlu beberapa perubahan lagi untuk jadi muslimah.

Ada yang mengacu pada sebuah hadist mengenai perempuan tidak boleh menyerupai lelaki. Sehingga tidak boleh pakai celana. 

Kalau gitu, laki laki ga boleh bergamis dong nanti disangka ibu ibu? 

Lalu yang aku pahami setelah dipahamkan oleh guru guru masa lalu, bahwa acuan kita adalah an nuur:30. Menutupi seluruh badan termasuk wajah dan telapak tangan. Dan tidak membentuk badan tentunya. 

Hijab bagi wanita itu seluruh tubuh. Tapi bukan berarti wajib pakai kerudung yang seluruh tubuh. Karena baju dan rok/celanapun disebut hijab jika menutupi bentuk badan.

Barangkali kalau nanti aku bekerja dirumah dan jadi orang kaya, bisa jadi pakaian gamis dan kerudung sangat lebar menjadi pilihanku. Jangan lupa tentunya perlu supir pribadi. Karena kalau sekarang aku disuruh begitu, aku ga menjamin bajunya bisa ga keselip di gojek, rok juga akan nyapu jalanan karena terkadang jadi pejalan kaki–belum postur tubuh yang agak kecil, atau bisi bau kesang karena suka naik angkot. Lagipula mahal banget keles baju baju gamis yang enakeun teh.

Aku percaya Islam tidak akan membebani seseorang dan tidak membuat susah. Kita pasti bisa beraktivitas tapi tanpa melanggar aturan, meskipun kita perempuan. Seperti mengapa wanita arab memakai cadar, itu karena biar ga kena debu debu padang pasir. 

Hingga hari ini aku tidak merasa perempuan harus berevolusi sampai akhirnya memakai cadar dan bergamis hitam. Memang itu solusi terbaik dalam menjalankan an nuur:33, tapi hal ini juga bisa disesuaikan dengan kondisi fisik maupun lingkungan kita. 

Disisi lain akupun merasa kagum kepada muslimah muslimah yang anggun dan sangat menjaga auratnya dengan pakaian gamis dan warna netral. Memang, itu menjadi bentuk rendah hati jika kita memakai pakaian tanpa ingin menjadi sorotan. 

Tapi pelis jangan menjudge yang berbeda donk hehehe.