Koffie & Zombie

Puisi senja hujan dan kopi adalah teman setia para penyair. Atau pura-pura penyair. Atau perempuan melankolis dan laki-laki penulis prosa. Atau barista. Atau pura-pura barista. Atau para mahasiswa dengan kantung mata hitam–yang tak punya ide syair apa-apa selain kopi.

Aku tidak bisa bicara apa-apa tentang kopi. Tidak ada seorangpun dan suatu memoripun terkait dengannya. Kecuali ayah yang sangat aku cintai yang mencintai kopi. Kopi mengingatkanku akan rasa tidak punya uang dan tidak punya waktu karena berlama-lama menikmatinya di kafe orang yahudi itu. Mungkin tugas akhir oseanografiku ada sedikit hubungan dengannya. Tapi lupakanlah. Mungkin juga orang itu. Tapi lupakanlah.

Kata orang tangguh, kopi itu tidak berguna untuk menemani malam. Jantung mereka malah semakin loyo dan ingin tidur. Bagiku sebaliknya, aku selalu bisa merasakan aliran darah deras disekujur tubuh, terpacu jantung yang sedang berlari 120km/jam dalam dadaku. Aku menikmati jalan pulang sambil memeluk tas erat. Kepala tangan dan kakiku tidak ada rasanya. Hanya rasa darah yang berlomba lari dalam urat-urat nadi.

Biasanya teman-temanku akan menyuruhku tidur dan minum akua galon hingga kembung. Makan nasi hingga gendut. Atau bermain kartu hingga lupa hari. Tapi saat sendiri, aku hanya bisa berjalan dengan kaki-kaki hampa yang sering terantuk batu. Tangan yang memeluk diri sendiri. Mata yang sayu, minus bertambah, dan lingkar hitam menebal.

Zombie-zombie itu kembali muncul dari dalam kopi. Untuk menghilangkan aku.

egtrd
weheartit.com

Bawang Putih

Baru 7 hari ga buka wordpress tapi rasanya kaya udah sembilan bulan. Tapi itu ga penting, karena aku lagi ingin berterima kasih kepada bawang putih. Karena keberadannya sangat membantu kehidupan di akhir-akhir ini. Kejadiannya akan diceritakan dibawah ini.

Pertama, bawang putih akan menolong ketika kamu lagi ada acara penting tetapi tiba2 wajah malah jerawatan. Mungkin kamu udah tau, tapi pura-puralah gatau biar tulisan ini terkesan penting. Gimana caranya? Caranya dengan potonglah bawang putih ukuran kecil, lalu tempelin di si jerawatnya. Perih sih jelasssss tapi alhamdulillah setelahnya ia akan cepet kering atau cepet keluar. Lebih enak kalau ditempel kaya masker aja semaleman sambil tidur di area jerawatnya. Awalnya pasti pengen nangis karena peurih tapi yang namanya bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian tidak akan pernah membohongi, karena besoknya pasti kamu akan tersenyum didepan cermin. Negatifnya adalah muka kamu jadi bau bawang 😦 tp yaudahlayah.

Kedua, ternyata bawang putih juga sangat helpful dikala sakit mata called “bintitan” in sundanese (bahasa indonesianya apa yaaaaa, pokonya mata bengkak gitu). Bulan-bulan kemaren akibat kacamata aku ketinggalan di rumah sepupu jadi tiap hari banget aku pake soflens, aku ga terlalu kebiasa karena biasanya ia hanya dipakai dikala harus jadi orang chantique aja seperti undangan atau hal lain diluar kampus. Sedihnya, itu adalah hari-hari lagi ripuh sehingga kadang ga terlalu memperhatikan kebersihan tangan dan makenya dimana aja. Mulai dari WC Salman hingga WC kolam renang saraga. Intinya, aku sakit karena pemakaian soflens yang ga bener.

Akhirnya, karena salep mata udah abis, akupun nyobain merem, lalu ngoles si daerah yang sakit pake bawang putih. Tapi jangan sampe bawang putihnya kena bagian dalem mata kecuali kalo kamu adalah limbad. Sakit banget itu mah tapi gapapa lah demi masa depan yang lebih baik.

Eh ternyata bener, besoknya langsung sembuh. Padahal kalau pake salep bisa nyampe 3-5 hari-an, tapi ini cuman beberapa jam. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah sudah menciptakan bawang putih meskipun menyakitkan.

Perempuan Di Balik Jendela

Kurang lebih sudah 10 tahun kamu selalu berdiri di balik jendela tempat tinggalku. Aku ingat betul, setiap hari Kamis pukul 10, kau selalu berpijak disitu hingga pukul 10.30. Lalu pergi. Aneh sekali.

Tahun-tahun pertama, kamu datang bersama dengan tangisanmu dan teriakanmu akan namaku. Kukira kau sudah gila sehingga aku hanya menertawakanmu dari dalam sini, dan enggan menemuimu sedetikpun. Lebih tepatnya barangkali aku sudah muak. Tangisan dan teriakanmu tidak mampu membuatku lupa bagaimana kau meninggalkanku demi hidup bersama lelaki tua-kaya-raya itu. Padahal kau sudah janji selalu bersamaku, sehidup semati.

Lama-lama, aku luluh juga. Itu butuh waktu 9 tahun, hingga tahun lalu aku berhasil memaafkanmu. Meski kau perempuan, tetapi kau sangat setia–lupakan lelaki tua yang barangkali sudah tiada itu. Aku tidak tahu apakah hubungan antara “perempuan” dan “kesetiaan” itu berbanding terbalik sehingga aku mengatakan “tetapi” seperti kalimat tadi. Tapi rasanya cocok saja. Aku jadi lupa mengapa dulu aku sempat membencimu setengah mati.

Sudah pukul 09.00 hari Kamis, tahun 2016. Genap sepuluh tahun kau menemuiku. Aku bersenandung riang sambil menyisir. Aku sudah mandi, berpakaian bagus, dan menyemprotkan minyak wangi. Membayangkan kau datang lagi pukul 10.00 sambil membawa sekotak brownies kesukaanku seperti minggu kemarin membuatku ingin tersenyum sampai menangis. Kau harus mengerti, kadang terlalu senangpun membuat kita ingin menangis.

Lalu Jhony menghampiriku tertawa, meledekku yang sedang mengusap tangis. Ah kasihan, dia tidak mengerti.

Benar! Pukul 10 lewat 6 detik kau sudah disitu sambil melambaikan tangan dengan sumringah.Senang sekali melihatmu senang. Aku jadi ingin tertawa sekaligus menangis lagi. Kau menyuruhku mendekat. Kemudian menunjukkan secarik kertas padaku dibalik kaca,

Aku punya kejutan! tulisanmu begitu rapi.

Aku menggerakkan bibirku, apaaa? kataku tak sabar, sambil sedikit memukul jendela. Paling ia akan memberiku brownies, atau kopi, atau bunga?

Kamu terlihat memanggil seseorang, lalu lelaki muda berkemeja garis-garis datang, berdiri disebelahmu sambil tersenyum dan menundukkan kepala padaku–maksudnya ingin salam. Apa maksudnya? Siapa dia? Aku bertanya-tanya sampai kamu akhirnya menulis lagi,

Aku akan menikah, restui kami ya

Aku tidak bisa menjawab apa-apa, seperti kehilangan kesadaran. Aku membaca tulisan itu berulang-ulang. Kau melambai-lambai tanganmu menunggu jawabanku. Lelaki sialan itu malah tersenyum penuh kemenangan.

Aku lalu menggeleng kepala. Tidak bisa. Tidak mungkin. Apa artinya 10 tahun ini kita selalu bertemu? Apa artinya hadiah-hadiah yang selalu kau berikan padaku? Apa artinya aku selalu berdandan rapi setiap Kamis pukul 10? Apa artinya tawa dan tangisku selama ini yang hanya untukmu?

Perlahan, aku melihat lengan kananku. Ah, sakit sekali, tapi terkadang sakit fisik itu kita butuhkan agar lupa akan sakit yang didalam sini. Aku kehilangan akal sehat. Seperti akan gila. Sebuah cutter yang selalu kuselip dibalik celana akhirnya sudah menyentuh tangan kananku bahkan sudah memotong 1-2 urat. Jhony kulihat sedang sibuk mengobrol dengan dinding. Ah, ia memang gila.

Sementara kau dan orang itu, memukul-mukul jendela. Berteriak memanggil dokter. Kalian menangis. Aku terjatuh lemas dan tertawa. Kunci rumahku hampir terbuka oleh seseorang yang kau panggil ia dengan sebutan dokter, kemudian aku melihatmu lagi, sedang menempelkan secarik kertas,

Berhenti, Ayah! Kenapa harus bunuh diri?

Sebelum kesadaran menyergap sempurna, aku terlanjur tak sadar.

Jalan Riau no. 11, Bandung

tumblr_nd0abiZyux1tchrkco1_500

Epilog:

Hari ini harusnya jadi hari kebahagiaanku, yaitu hari dimana aku meminta restu ayah dan ibu untuk menikah. Kau tahu? Ibu seperti sudah tidak peduli lagi–sibuk bersama adik-adik yang merupakan saudara tiriku. Ia kaya sekali dan sangat berbahagia. Sampai-sampai tak pernah menanyakanku, apalagi mengunjungi ayah.

Kau tahu? Saat meminta restu ayahpun hasilnya tidak bagus. Ia malah mencoba bunuh diri. Setelah ayah pingsan, lalu aku mengobrol dengan dokter. Katanya, ayah melihatku seperti melihat ibu. Wajah kami memang mirip. Tapi rupanya meminta restu darinya sama saja memunculkan perasaan sakit seperti saat ibu pergi dulu.

Apakah kau tau? Aku sangat bingung. Mengapa hidupku selalu seperti ini sejak aku kecil–aku ingin ayah dan ibuku yang dahulu, 10 tahun lalu. Aku jadi ingin berdiri terus sepanjang hari disini. Di rel kereta api.

Relatable Things

Entah kenapa setiap besoknya ada hal penting semacam bimbingan pasti selalu ingin ngewordpress di sela-sela ngerjain tugas. Tulisan ini sejenis buzzfeed gitu gapapa lah yah.

Sebenarnya, penggunaan kacamata bagi orang yang matanya plus atau minus (silindris engga) adalah kebiasaan. Ada 3 teman dengan minus 4 tapi tetap bertahan ga pake kacamata kalau beraktivitas diluar kelas. Meskipun dia akan selalu bilang, “Sebenernya kita ngobrol sedeket inipun aku ga liat wajah kamu loh…”. Ada juga yang minusnya cuman 1/2 tapi gaaa bisa lepas kacamata sama sekali. Yah, begitulah. Semua bergantung kebiasaan (dan kebutuhan). Kalo diatas 5 mungkin ga berlaku kali ya. Ini beberapa hal yang sering kejadian pada si mata minus tapi suka ga pake kacamata kalo diluar.

1.Kalau pesen makanan, bingung.

Hal ini terjadi kalau si menu makanannya tertempel di dinding belakang kasir. Saat ditanya, mau pesen apa? Lalu kita sibuk mikir sambil keringet dingin: ya Allah plis itu tulisannya apa. Lalu akhirnya akan beli menu yang pasti ada aja atau ngikut sebelah (wk udah buzzfeed bgt belom)

2. Kalau lagi jalan, mendingan liatnya lurus atau nunduk.

Karena takut salah orang atau takut disangka sombong karena gak nyapa, maka lebih baik jangan arahkan tatapan kepada wajah manusia. Dalam hal ini aku selalu fail. Salah orang sering, ga sadar orang yang lewat itu adalah orang yang dikenal lebih sering lagi. Tapi kalo ada orang yang nyapa duluan, gatau kenapa aku selalu reflek bilang: eeeh maap ga keliatan. Wkwk ga penting.

3. Kalau lagi nyebrang, tangan kita dipegangin banget sama temen.

Sebenernya ini mah aku weh. Kalau tiap nyebrang sama Nela, dia suka megangin aku. Lalu aku bilang: nel tenang aja aku ga sebuta itu ko. Lalu dia membalas: Gapapa pi bisi ga keliatan.

4. Kalau ada orang didepan kayak yang lagi manggil, ga akan diwaro.

Ya, karena kemungkinan salah dan benarnya sama-sama 50%. Jadi lebih baik diem dulu sambil mikir itu beneran manggil apa engga.

5. Lebih kenal sama postur dan cara jalan juga gaya orang-orang.

Akibat ngeliat wajah susah, jadi biasanya menebak siapa orang itu dilihat dari posturnya, atau cara jalannya, atau hal hal lain yang keliatan dari jauh. Tapi hati-hati, karena pemahaman ini yang sering bikin kita pede lalu salah manggil orang akibat orang yang dipanggil itu memiliki gestur yang sama kaya orang yang kita kenal.

6. Kalau jalan ditempat gelap, suka paranoid sendiri, atau suka terlalu cuek.

Keduanya bisa terjadi tergantung isi pikiran kita. Kadang ada baju ngegantung udah dikira ada makhluk melayang. Tapi kadang juga malah gak peka bahwa di samping kita ada orang. Kadang juga malah jadi waspada luar biasa, ada gerakan dikit disekitar jadi pengen lari.

7. Kalau ngelamun, suka salah ngeliat.

Saat lagi ngelamun, mata kita kadang ga mikir lagi liat ke mana. Kadang ngeliatin orang, ngeliatin tas orang, atau ngeliat mata orang. Padahal kita ga maksud apa-apa karena ga tau juga bahwa yang kita liat itu wajah apa bukan, mata apa idung, tas apa dompet. Pertama, kita bisa disangka mau nyopet, atau disangka naksir.

8. Kalau ngelewatin pos satpam, senyumin weeeh

Ini mah aku aja si. Kalau ngelewatin pos satpam, bodo amat dia lagi ngeliat atau engga, tapi aku suka senyumin aja. Daripada dianya senyumin tapi kita lurus-lurus doang kan ga enak. Ya ini terjadi karena aku tau bahwa mereka emang ‘pasti’ nyapa orang yang lewat. Kalo engga mah ngapain.

9. Keliatan kaya telmi

Jika berada dalam obrolan seperti ini, ‘Eh, itu liat, masa kaya gitu… *sambil nunjuk sesuatu*’ maka akan keliatan telmi banget karena sebenernya kita sedang mikir, itu apaan yang dia tunjuk. Kalau dalam obrolan 3 atau 4 orang, biasanya aku mundur dari percakapan wkwk. Tapi kalo kepo banget, ya tanya aja apaan.

10. Menyadari bahwa orang yang mirip-mirip tuh banyak. Banget.

Namun seringnya setelah berada dalam jarak dekat, kita akan berkata pada diri sendiri: eh ternyata jauh beda ya. Mungkin ini terjadi karena kerudung yang tipikal, atau gestur-gestur yang banyak yang mirip.

11. Terkadang ada orang yang ga percaya kalo kita ga ngeliat wajahnya.

Yah, sabar-sabar aja kalau disangka sombong.

 

Sekian untuk hari ini. Semoga bermanfaat meskipun aku tau ini ga bermanfaat.

20160525-092719 PM.jpgTernyata, kamera hp juga udah mulai mines

(gambar ini tanpa editan ataupun rekayasa ataupun salah moto)

2015-2016: “Godzilla” El Nino!

Apakah kamu pernah bertanya-tanya kenapa tahun 2015 merupakan tahun yang sangat panas? Apakah iya karena global warming? Apakah iya karena mau kiamat? #ehsompral Lalu apa yang akan terjadi kedepannya? Makin panas lagikah? Atau malah dingin? Mari simak tulisan di bawah ini.

Prolognya adalah tulisan ini hasil dari yang aku dapet dari kuliah beberapa hari lalu dari Director of NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) dari US, dan beliau merupakan professor di University of Washington. Tapi kali ini aku akan menulis dengan sederhana dan ngga akan dengan bahasa yang terlalu oseanografi agar ngga terlalu oseanografi.

Sebelum masuk Oseanografi aku sering denger kata El Nino dan La Nina tapi ngga ngerti maksudnya apa. Ada sebuah lagu jadul waktu smp: you’ve got my temperature risin like el nin-yo~ dan dari situlah aku tau bahwa ada istilah el nino. 4 taun kemudian aku masuk ose dan akhirnya tau apa itu el nino yang dinyanyikan di lagu itu.

Sebagai orang indonesia, El Nino akan berdampak kepada cuaca yang panas (tetapi ikan yang melimpah!). Untuk mekanismenya mungkin dijelaskan di tulisan lain. Negara-negara lainpun merasakan namun dengan dampak yang berbeda. Ada yang jadi ujan, dingin, panas, dan sebagainya. El Nino pernah menjadi kambing hitam atas kejadian kerusuhan tahun 1998. Memang, El Nino berdampak pada sosial dan ekonomi secara tidak langsung. Seperti tahun 2015, yang salah satu contohnya adalah kebakaran hutan yang sangat luas dan mengganggu hidup manusia (wew bahasanya kayak lagi nulis koran).

Januari 2015-Januari 2016: G0ddddzilla El Nino

2015 adalah tahun yang cukup panas. Tidak ada banjir separah biasanya di Desember-Januari, dan matahari masih menyengat di bulan-bulan musim hujan. Orang-orang bertanya-tanya; ada yang menyalahkan global warming tapi ada juga yang bilang ini adalah El Nino. Kesimpulan tentunya gak bisa mudah diambil tanpa data yang pasti, nah NOAA memiliki data di sepanjang Samudra Pasifik (El Nino diidentifikasi dari suhu permukaan laut sepanjang Samudra Pasifik dan angin pasat) sehingga setelah data mereka diolah, muncullah kesimpulan bahwa memang, El Nino terjadi sejak Januari lalu tapi mulai menurun di Januari tahun ini. Terlihat dari anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang tinggi.

Dampak-dampaknya bukan cuma kebakaran besar besaran di Indonesia, tapi hujan di India menurun 14%, adanya hurricane Patricia, dan Australia Great Barrier mengalami bleaching akibat suhu laut yang meninggi.

Mereka menamakan kasus enso tahun ini dengan: “Godzilla” El Nino. Waw banget ga. Iyakan ya. Ternyata dilihat dari grafik yang ditunjukkan olehnya, tinggi anomali suhu air laut bulan Januari 2015-Januari 2016 sama dengan tingginya anomali di tahun 1998. Ntaps. Jadi memang el nino yang terjadi kemarin itu cukup besssssar. Kalau bicara hal negatifnya memang banyak, tapi sesungguhnya ini karunia bagi para nelayan, karena ikan-ikan dipermukaan akan bermunculan.

Februari 2016, RIP: Godzilla El Nino

Entah kabar baik, atau buruk, atau biasa aja, tetapi anomali suhu permukaan laut di barat Pasifik mengalami penurunan di bulan Februari. Dan index El Nino (namanya ONI; Ocean Nino Index) menunjukkan nilai di bawah 0,5 artinya El Nino sudah pergi! Semoga tenang di sisiNya ya. Kondisi sudah normal kembali. Normal. dan Normal.

Maret-Mei 2016: Sekarang Banget.

Sejak Maret hingga Senin kemarin (16/05/16), rupanya berakhirlah segala kenormalan yang telah terjadi di bulan Februari, karena anomali suhu permukaan laut malah menurun 4 derajat. Dan itu gak sedikit. Artinya apa? Artinya sekarang banget emang masih normal tapi La Nina sedang otw~ yuk ah siap-siap (siap2 ngapain).
Yak, jadi La Nina ini terjadi karena “kolam air panas” Samudra Pasifik berada di timur Indonesia, artinya nanti akan terbentuk awan awan hujan yang mengakibatkan hujan.

Ramalan di masa depan

Judulnya kayak yang mereprentasikan bahwa ini hal yang boongan. Tapi engga juga kok, karena ini disimpulkan berdasarkan data-data heat content yang udah dimodelkan dari berbagai institusi. Secara umum, setelah terjadi El Nino, maka 6 hingga 9 bulan kemudian akan terjadi La Nina yang juga kuat.

Kapan kah itu terjadi? NOAA pada Agustus 2015 menyatakan sebuah prediksi, bahwa akan terjadi La Nina saat boreal summer. Artinya di belahan bumi utara sedang summer tahun 2016. Lalu artinya di Indonesia lagi bulan Juni Juli Agustus (ya ga).

Begitulah, sebenarnya di kuliah tersebut isinya terlalu oseanografi tapi yang ditulis ini lebih ke dampak dan apa yang lagi terjadi aja. Dan sesungguhnya letak indonesia yang berada diantara 2 samudra menyebabkan banyak banget yang mempengaruhi cuaca kita. Selain El Nino La Nina, munsoon, ada juga yang namanya Index Ocean Dipole, Pasific Decadal Oscillation, Madden Julian Oscillation, dan lain sebagainya. Berhubung yang lagi godzilla adalah enso, maka enjoykanlah enso tersebut.
20160521-110549 AM.jpg

Pertolongan Pertama

Seharian dari sahur sampe buka nge-tes orang tentang pertolongan pertama emang bikin enek setengah mati. Maka aku akan menggenapkan rasa itu dengan mengepos cara-cara pertolongan pertama:

Jadi, jika kamu suatu saat menemukan orang tergeletak tak berdaya, yang harus dilakukan pertama adalah cek tulang lehernya dengan menyamakan dengan tulang leher kita. Jika tulangnya sama, maka alhamdulillah, tapi jika beda (kecuali emang kelainan) atau patah, maka innalillahi 😦

Yang kedua, pastinya adalah evakuasi ke tempat yang memungkinkan dulu.

Terus, kita lakukan cek breathing dengan metode LDR namun bukanlah singkatan dari long distance relationship tapi Lihat, Dengar, Rasakan.

Jadi, kita buka mulut korban dengan menekan dagunya dan menekan dahinya, lalu pipi kita taruh dekat dengan mulut dan hidungnya. Lihat pergerakan dadanya, dengar suara-suara dalam mulutnya, dan rasakan hembusan nafas dari mulut atau hidungnya. LDR ini gunanya untuk mengecek apakah ia bernafas atau tidak.

Kalau ternyata ga bernafas, maka kita harus langsung cek sirkulasi / cek nadi. Lokasi untuk cek nadi bisa di pergelangan atau di leher, normalnya nadi akan terasa sebanyak 80-100 permenit. Cara menghitungnya adalah kita hitung berapa nadi selama 6 detik lalu dikalikan 10. Jikaaaa ternyata nggak ada nadi, maka kita harus suruh teman sebelah telpon ambulan dan kita lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru).

RJP ini lakukan di sebelah kanan korban, posisi seperti ini:

lakukan penekanan di daerah tersebut dengan tumpuan kekuatan di telapak tangan yang dekat pergelangan. Tangan terkuat simpan diatas tangan terlemah. RJP ini butuh kekuatan yang tidak sedikit, harus bisa menekan dada hingga sedalam 3-5 cm (makanya harus rajin push up).

Lakukan sebanyak 30 kali (jika penolongnya hanya satu) dengan cara menghitungnya dengan ucapan: “satu ribu, (tekan), dua ribu, (tekan) dst”. Setelah 30, maka segera beri nafas buatan. Boleh menggunakan perantara koran atau buku dan beri nafas sekuat kita pada si korban. Dan inget, jangan sampai kita ambil nafas! karena itu artinya kita malah bikin sesek si korban!. Tapi, kalau penolongnya ada 2 orang, maka hitungan sampai 15 lalu beri nafas, tekan 15 lagi lalu beri nafas lagi.

(kalau ternyata tiba-tiba nadinya muncul)

cek LDR lagi. Jika masih gak ada nafas, maka kita lihat apakah dimulutnya ada sumbatan yang menghalangi jalur nafasnya atau engga. Caranya dengan angkat dagu tekan dahi seperti saat LDR. Kalau ada, maka ambil dan bersihkan. Kalau tidak ada, maka lakukan nafas buatan.

Nafas buatan ini gunanya selain membantu bernfas, juga mengecek apakah dadanya ikut bergerak atau tidak. Kalau tidak, maka mungkin penyumbat nafasnya ada di dada. Yang harus kita lakukan adalah miringkan kepala korban ke kanan/kiri dan buka mulutnya.

Setelah itu, kita RJN-kan dia. RJN adalah Resusitasi Jalur Nafas. Hampir sama dengan RJN tapi lokasi nya di diafragma dan penolong berada di atas paha korban. Caranya adalah dengan tekan dadanya ke atas agar penyumbatnya keluar.

Setelah itu, misalnya nih nafasnya udah ada dan penyumbatnya udah keluar, namun korban belum sadar juga, maka kita lakukan cek sekunder. Cek sekunder ini adalah mengecek seluruh tubuh korban kalau-kalau ada luka atau kelainan yang menyebabkan dia tak sadarkan diri. Dimulai dari dahi, ke kepala belakang, lalu wajah, dan terus sampai keseluruh tubuhnya.

Jika kita mendapati luka, maka bersihkan dan lakukan penanganan yang sesuai. Tapi jika ternyata tidak ada maka lakukan pertolongan penyadaran. Pertolongan penyadaran ini bisa dengan mencoba membuka mata korban, senter-i matanya, atau panggil namanya, cubit lengannya, tepuk-tepuk bahunya, dan bisa juga dengan wewangian.

Setelah korban sedikit sadar, maka buat si korban berada di posisi recovery

Setelah korban agak tenang, maka lakukan cek KOMPAK yakni tanya mengenai keluhan, obat yang sering digunakan, makanan yang terakhir dimakan, penyakit, alergi, dan kronologis!