Journal

Can’t believe 2015 was 2 years ago when it feels like yesterday. Yet those memories I wrote on my journal, I almost forgot, but thx to past-shofia who had intention to write down journal so your future-shofia (2017-shofia, i mean) can remembered it all agaiin. 

When I see words there in my journal like ‘blue’, ‘diving class’, suddenly the memories play in my mind like I back to those moments again. I can also feel the emptiness or happiness occured in those 2015-days. 

It’s not that necessary, really. But…it just to make sure that I had lived in my past. You know sometimes, past, dreams, and imagination become mixed that I cant conclude is it ever really happened or only in my mind. Or is it just me?

Today I am going to move with all of family of course, then I packed my books and found that diary that I havent write for like…2 years?

Well, write down journals or letters to future yourself will be fun and give you mixed feelings, I thought.

Join The Oceanography Society!

Pada suatu hari aku jalan menuju rumah lalu dipanggil pa satpam komplek dan dikasih 2 kiriman. Pertama adalah oriflame. Dan kedua adalah majalah. Majalah Oceanography.

Aku dapat welcome program dari oriflame. Mulanya aku memilih produk2 lain. Eh tapi malah dikirimnya deodorant spray pria:(  Mana dapet 2 biji pula.


Yang satunya sudah dikasih kepada ayah. Satunya lagi mau dijual. Yuk kalo mo beli boleh di kolom komen boleh nego (wkwkkw).
Tapi yang alhamdulilah adalah kiriman majalah dari The Oceanography Society. Kayak ga nyangka aja gitu baik banget beneran di kirim. Jadi terharu. Terkesan desa bgt sih tapi seneng aja wkkw

Awal mula aku daftar The Oceanography Society (TOS) kalo ga salah pas udah sidang. Kan sok sok an nyari hal hal berhubungan keilmuan gitu lah ya. Nemu lah si TOS ini. Akhirnya aku memilih join student membership (meskipun udah lulus) biar bisa langganan majalah. Suganteh langganan majalah yang dimaksud adalah dikirim via email. Ternyata beneran dikirimin langsung.
Ngisinyapun mayan ngasal. Bahkan kode pos harusnya 40282 malah nulis kodepos rumah lama yakni 40121. Udah gitu masukinnya email yang shofiak@students.itb.ac.id supaya disangka mahasiswa. Kan emang masih mahasiswa juga sih.

Mereka minta email kampus juga. Nahlo. Karena ngasal dari awal, email kampus juga aku ngasihnya ngarang:( pokonya xxx@itb.ac.id aja belakangnya teh. Aku hopeles karena pasti mereka minta konfirmasi ke si xxx@itb.ac.id ini apakah aku student apa bukan. Eh gataunya engga dong. Langsung ada tulisan “kamu sukses berlangganan!” In english. Begini nih cara daftarnya.

Sejak itu emang berita2 mengenai TOS rutin masuk ke email. Tapi gak dibaca hehe.

Akhirnya edisi Desember terkirim beneran ke rumah meskipun udah rombeng2. Mungkin karena perjalanan panjang huhuhu.

Isinya apa aja? Kirain isinya mix hiburan dan keilmuan. Gak taunya keilmuan banget……..
Dibaca ga yaaa :((

Tapi meskipun males, yang namanya ilmu itu adalah cahaya sementara bodoh itu bahaya, (kata guru tk aku). Jadi mungkin kelak bisa dipake misal untuk master. Atau kalau gabut dibaca2 kan mayan nambah pinter. Setidaknya kita jadi tau penemuan2 oseanografi terkini.

 

Ways to achieve your ideal IELTS score

Tulisan ini ditulis akibat pernah nazar kalo nilai ielts nya cukup aku akan menulis gimana cara belajarnya, karena hasilnya sesuai keinginan maka akhirnya ku akan menunaikan tulisan ini. Meskipun yha banyak juga sih blog-blog lain yang lebih detil, tapi ini dari caraku sendiri semoga ada yang cocoq.

overview
IELTS itu sesungguhnya ga ‘bahasa inggris amat’ kayak TOEFL. Karena mungkin namanya juga buat akademisi, jadi lebih ke pola pikir dan berasa ada hawa-hawa TA nya. Gimana mengkorelasikan A dan B, gimana cara menyimpulkan data, dan seterusnya. Sehingga jelas logika dan wawasan jadi penting. Selain wawasan, kita juga harus terbiasa mem-paraphrase vocab. Contohnya: increase=escalate=rose=elevate. Berguna buat speaking dan writing. Poin plusnya IELTS ialah logis jadi ga mesti ngapalin, dan kertasnya bisa di corat-coret. hehe.

preparation
Saat itu, aku menghitung-hitung biaya les sampai tes, sehingga dulu menyimpulkan bakal belajar sendiri sambil sekalian ngerjain tugas akhir–meski akhirnya mah malah les. Caranya ialah,
1. Punya buku catetan sendiri (bukunya yang lucu sehingga jadi semangat)
2. Buka ielts.org lalu catet hal-hal penting dan download segala yang bisa di download
3. Download video-video IELTS di youtube, biasanya yang IELTS Liz atau Emma dan  Passport to English.
4. Setelah di download jangan lupa ditonton dan di catet yang pentingnya
5. Setelah ada sedikit gambaran, aku ikut kelas online free edx.org sama futurelearn.com. Mayan jadi punya brief overview mengenai ielts.
6. Mencari buku latihannya yakni cambridge yang sampe hari ini mereka udah ngeluarin sampe 11 buku. Tapi aku mah cuma punya 9 softcopy pula. Kalo mo minta juga sila saja.
7. Memfamiliarkan kuping dengan postcad bbc. Tambahlah mp3 di hp mu dengan podcast tersebut. Kalau aku milih podcast nya yang 6 menitan aja dan topik yang simple.

note: persiapan ini dilakukan saat lagi sibuk ngerjain hal lain (contoh: tugas akhir dan kuliah) jadi kerasanya belajarnya semacam “escape” dari TA. Karena kalo difokusin pas waktu kosong malah males:( Dilakukan tiap hari tapi paling cuman 15-30 menit aja.

belajar sendiri apa les?
Kenyataannya, meskipun udah belajar sendiri, tapi rasanya selalu masih ga percaya diri. Banyak orang berkata les IELTS itu ga penting karena di internet banyak sumbernya, tapi menurut orang berkapasitas seperti aku dengan tingkat ga pede warbiyasa, aku merasa les itu penting. Belum lagi akhirnya aku tahu beberapa sumber di internet ada yang salah dan butuh seseorang untuk mengkoreksi writing kita. Udah gitu kita jadi tau trik-trik kecil tapi penting semacem: nulis jawabannya semuanya CAPSLOCK, lalu gimana ngebubuhin dash(-), bagaimana plural (s) penting banget, dan segala hal kecil lainnya.

les dimana?
Aku mendaftar beberapa tempat les ielts seperti BLCI dan EEP karena dulu daftar pas masih TA biar deket kampus. Untungnya udah berminggu2 mereka ga manggil2 karena kelasnya belom buka, akhirnya aku keburu lulus dan kemudian daftar ke IEDUC. Hal ini karena setelah bertanya-tanya orang, katanya sih yang bagus itu IEDUC, yauda aku pun kesana. Mereka lebih menyesuaikan materi dengan siswanya. Alhamdulillah aku sekelas dengan para dokter yang tentunya mereka butuh skor lebih tinggi dari teknik dan sains. Jadi mayan semangat dan dipush. Kelas kami kekurangannya ada pada Speaking dan Writing (kayaknya umumnya gitu) jadi para teacher memaksimalkan dalam 2 hal itu.

sehabis les (review)
Abis les, teman-teman pada langsung ambil tes pada 22 oktober. Untungnya aku lagi wisuda jadi ikut yang bulan selanjutnya aja. Selain itu, meski udah les, tetep ga yakin buat daftar cepet-cepet. Maka, aku belajar/review sendiri lagi, caranya?

1. Menuhin dan review hasil dari les, utamanya: perhatiin koreksi writing dari teacher nya.
2. Misahin dari semua cambridge berdasarkan jenis tes: speaking, listening, writing, dan reading. Biar rapih (wwkwk penting ga si).

3. buat writing: karena mayan menguras ide dalam waktu singkat, jadi harus banget banyak latian biar bisa mikir cepet dan bisa memparaphrase dengan mudah. Aku berjanji pada diri sendiri tidak daftar sebelum at least beres ngonsep semua writing dari cambridge 1-9. Percayalah bahwa ini ga sesulit yang dibayangkan karena sebenarnya sudah ada patternnya kalau sering-sering latian. Untuk contoh, cari yang band 8 atau 9, aku biasanya melihat di sini.

4. buat speaking: ini mah rada kesel sih tapi gimana lagi, yaitu ngerekam omongan sendiri mengenai sebanyak-banyaknya topik yang kita punya. Rekam aja di hp dan di timer. Waktu les, kami disuruh ngumpulin 50 topik yang artinya 50 x 15 pertanyaan, ternyata meski dulu ngerjainnya sambil males, saat udah menuju tes mah jadi mikir kenapa ga bikin 100 ajasi! Saking takutnya tea. Tapi akhirnya ini berguna banget, karena asli, pertanyaan speaking pas aku tes bener-bener percis sama cambridge lupa yang keberapa yang untungnya udah pernah dilatihan-kan. Sehari aku minimal rekaman 3 topik. Udah gitu, lihat contoh orang-orang ber-band 8 di youtube biar ada gambaran.

5. buat listening: ini adalah hal yang pallllling aku khawatirkan karena dikelas skornya selalu jadi yang paling be to the go karena susah fokusnya. Jadi, ya gimana lagi selain latihan sebanyak-banyaknya. Dan tips dari ieduc mah, coret-coretlah lembar soalnya.

6. buat reading: janganlah dulu baca bahan readingnya, tapi langsung aja baca soal guna menghemat waktu. Caranya, tiada trik pasti selain latihan aja yang banyak supaya familiar dan terbiasa. Biasanya reading ini penunjang skor tertinggi.

daftarnya kapan?
Kebanyakan orang yang aku tanya, yakni teacher2 dan teman2 les, mereka prefer langsung tes seminggu-dua minggu setelah les biar ga lupa. Dan lagi mereka kan sibuk tea jadi ga sempet belajar sendiri. Ada juga yang berpendapat ambil tes setelah nilai prediksinya lebih 0.5-1 dari skor ideal mereka.Tapi kalau aku, karena sudah bertekad cuman pengen tes sekali (kalopun nilainya jelek ya terima dan bikin plan lain) jadi aku daftar saat rasa enek belajar lebih besar dari rasa takut dapet nilai jelek. Yaitu sekitar 4 minggu setelah les.

saat tes
Persiapkan apa yang disuruh secara maksimal (baw alat tulis, id card). Yang penting banget adalah jangan nervous. Kalo pas speaking nervous, bilanglah ke examinernya supaya me-release stress kita. Kujuga gitu ko.

Aku selalu terngiang-ngiang akan nasehat seseorang di ieduc yaitu: usaha ga akan mengkhianati hasil. Selain itu kayaknya faktor kemahalan (dan sponsorsip yang bukan dari diri sendiri wqwq) yang membuat aku ga mau ngambil tes ini lagi sehingga mau ga mau harus latihan terus.

2015-2016: “Godzilla” El Nino!

Apakah kamu pernah bertanya-tanya kenapa tahun 2015 merupakan tahun yang sangat panas? Apakah iya karena global warming? Apakah iya karena mau kiamat? #ehsompral Lalu apa yang akan terjadi kedepannya? Makin panas lagikah? Atau malah dingin? Mari simak tulisan di bawah ini.

Prolognya adalah tulisan ini hasil dari yang aku dapet dari kuliah beberapa hari lalu dari Director of NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) dari US, dan beliau merupakan professor di University of Washington. Tapi kali ini aku akan menulis dengan sederhana dan ngga akan dengan bahasa yang terlalu oseanografi agar ngga terlalu oseanografi.

Sebelum masuk Oseanografi aku sering denger kata El Nino dan La Nina tapi ngga ngerti maksudnya apa. Ada sebuah lagu jadul waktu smp: you’ve got my temperature risin like el nin-yo~ dan dari situlah aku tau bahwa ada istilah el nino. 4 taun kemudian aku masuk ose dan akhirnya tau apa itu el nino yang dinyanyikan di lagu itu.

Sebagai orang indonesia, El Nino akan berdampak kepada cuaca yang panas (tetapi ikan yang melimpah!). Untuk mekanismenya mungkin dijelaskan di tulisan lain. Negara-negara lainpun merasakan namun dengan dampak yang berbeda. Ada yang jadi ujan, dingin, panas, dan sebagainya. El Nino pernah menjadi kambing hitam atas kejadian kerusuhan tahun 1998. Memang, El Nino berdampak pada sosial dan ekonomi secara tidak langsung. Seperti tahun 2015, yang salah satu contohnya adalah kebakaran hutan yang sangat luas dan mengganggu hidup manusia (wew bahasanya kayak lagi nulis koran).

Januari 2015-Januari 2016: G0ddddzilla El Nino

2015 adalah tahun yang cukup panas. Tidak ada banjir separah biasanya di Desember-Januari, dan matahari masih menyengat di bulan-bulan musim hujan. Orang-orang bertanya-tanya; ada yang menyalahkan global warming tapi ada juga yang bilang ini adalah El Nino. Kesimpulan tentunya gak bisa mudah diambil tanpa data yang pasti, nah NOAA memiliki data di sepanjang Samudra Pasifik (El Nino diidentifikasi dari suhu permukaan laut sepanjang Samudra Pasifik dan angin pasat) sehingga setelah data mereka diolah, muncullah kesimpulan bahwa memang, El Nino terjadi sejak Januari lalu tapi mulai menurun di Januari tahun ini. Terlihat dari anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang tinggi.

Dampak-dampaknya bukan cuma kebakaran besar besaran di Indonesia, tapi hujan di India menurun 14%, adanya hurricane Patricia, dan Australia Great Barrier mengalami bleaching akibat suhu laut yang meninggi.

Mereka menamakan kasus enso tahun ini dengan: “Godzilla” El Nino. Waw banget ga. Iyakan ya. Ternyata dilihat dari grafik yang ditunjukkan olehnya, tinggi anomali suhu air laut bulan Januari 2015-Januari 2016 sama dengan tingginya anomali di tahun 1998. Ntaps. Jadi memang el nino yang terjadi kemarin itu cukup besssssar. Kalau bicara hal negatifnya memang banyak, tapi sesungguhnya ini karunia bagi para nelayan, karena ikan-ikan dipermukaan akan bermunculan.

Februari 2016, RIP: Godzilla El Nino

Entah kabar baik, atau buruk, atau biasa aja, tetapi anomali suhu permukaan laut di barat Pasifik mengalami penurunan di bulan Februari. Dan index El Nino (namanya ONI; Ocean Nino Index) menunjukkan nilai di bawah 0,5 artinya El Nino sudah pergi! Semoga tenang di sisiNya ya. Kondisi sudah normal kembali. Normal. dan Normal.

Maret-Mei 2016: Sekarang Banget.

Sejak Maret hingga Senin kemarin (16/05/16), rupanya berakhirlah segala kenormalan yang telah terjadi di bulan Februari, karena anomali suhu permukaan laut malah menurun 4 derajat. Dan itu gak sedikit. Artinya apa? Artinya sekarang banget emang masih normal tapi La Nina sedang otw~ yuk ah siap-siap (siap2 ngapain).
Yak, jadi La Nina ini terjadi karena “kolam air panas” Samudra Pasifik berada di timur Indonesia, artinya nanti akan terbentuk awan awan hujan yang mengakibatkan hujan.

Ramalan di masa depan

Judulnya kayak yang mereprentasikan bahwa ini hal yang boongan. Tapi engga juga kok, karena ini disimpulkan berdasarkan data-data heat content yang udah dimodelkan dari berbagai institusi. Secara umum, setelah terjadi El Nino, maka 6 hingga 9 bulan kemudian akan terjadi La Nina yang juga kuat.

Kapan kah itu terjadi? NOAA pada Agustus 2015 menyatakan sebuah prediksi, bahwa akan terjadi La Nina saat boreal summer. Artinya di belahan bumi utara sedang summer tahun 2016. Lalu artinya di Indonesia lagi bulan Juni Juli Agustus (ya ga).

Begitulah, sebenarnya di kuliah tersebut isinya terlalu oseanografi tapi yang ditulis ini lebih ke dampak dan apa yang lagi terjadi aja. Dan sesungguhnya letak indonesia yang berada diantara 2 samudra menyebabkan banyak banget yang mempengaruhi cuaca kita. Selain El Nino La Nina, munsoon, ada juga yang namanya Index Ocean Dipole, Pasific Decadal Oscillation, Madden Julian Oscillation, dan lain sebagainya. Berhubung yang lagi godzilla adalah enso, maka enjoykanlah enso tersebut.
20160521-110549 AM.jpg

22

Mengobrol dan menulis adalah cara untuk merapikan dan menata ide-ide atau emosi yang ada dikepala kita. Lalu ijinkan aku untuk merapikan apa yang sedang berantakan dikepalaku saat ini. Ga penting sih, tapi suka-suka lah.

Memang sepertinya tingkat akhir adalah masa-masa yang bagaikan buah simalakama. Kalau dibilang pengen lulus cepet, ya pengen. Pengennya karena biar bareng temen-temen dan juga biar ga bimbingan lagi. Lalu ya, banyak lah alasan lain, misalnya biar ga bayar kuliah lagi, biar cepet bisa ngelakuin hal lain entah kuliah lagi atau kerja, dll. Tapi ada sisi lain ada hal-hal yang bikin males lulus. Pertama, karena ga pasti dunia apa yang akan dihadapi setelah lulus. Kedua, karena ngerasa masih ga bisa apa-apa. Ketiga, karena masih pengen ngampus. Keempat, biar renang di saraga tetep bayar 5ribu.

Ga jarang sekarang kalau aku menghirup udara di kampus tuh pake banyak mikir. Semacam, ya ampun, apakah aku masih punya waktu banyak buat menghirup udara dikampus ini dan merasakan segala atmosfernya lagi? Entah atmosfer kuliah atau atmosfer bersama teman-teman.

Bukan berarti pede mau cepet lulus, tapi lulus adalah sebuah keniscayaan. Entah lulus dari annex atau saraga, entah lulus Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari dst, entah 2016 17 18 19 20 21 22 23 24 25 dst. Ini seperti masa-masa akhir SMA. Namun waktu SMA rasanya cukup menggairahkan karena masih bisa bicara mengenai mimpi. “aku mau kuliah mesin” lalu esoknya ganti jadi “eh farmasi deh” lalu seminggu kemudian “eh nikah dulu deh” itu bisa. Tapi sekarang, sudah terlalu banyak waktu habis jika ingin memutar jurusan, dan masa depan sudah bukan hal yang bisa dimimpikan tinggi lagi. Tapi sudah harus realistis.

Mungkin ini memang waktu dimana harus menyerahkan segala kemungkinan padaNya, penulis skenario hidup kita.

Bye. Semoga all the best for us!

20160228-073942 AM.jpg

What sea taught us.

Laut berhasil membuatku merasa sangat kecil sekaligus merasa sangat bersyukur. Titanic memang salah kalau mau sombong. Mau sombong kepada laut yang kalau mengeluarkan kekuatannya kecil aja (read:gelombang) bisa bikin manusia bisa tumbang. Bahkan beberapa orang yang kukenal katanya sudah sering berlayar; tapi itu bukan berarti kebal. Baru pulang dari laut beberapa jam lalu, tapi aku sudah rindu laut lagi. Mungkin lebih tepatnya, lagi malas disini, tempat yang mudah bikin jemu, tapi akan dirindukan pada saatnya. tumblr_m3cj8lUjgf1qazstso1_500

Do not hear them

Sebelum masuk oseanografi, aku udah punya gambaran dari perkataan orang banyak kalau oseanografi ini jurusannya susah banget banget banget. Setelah masuk, aku ngerasa emang susah sih, (emang ada ya jurusan lain yg gampang?) tapi semua itu ga akan se lebay yang mereka katakan seandainya kita punya temen untuk bersusah susah bareng dan temen nginep saat ujian. Dalam hal ini aku thanks to baruna juga thanks to qoni yang bikin beneran belajar sebelum ujian.

Saat masuk semester yang katanya nerakanya ose; semester 5. Banyak orang bilang, “Kalau pas smt 4 kamu ga tidur 1 atau 2 hari, di semester ini bisa ga tidur sampe 4 hari!” Buset. Perasaan pas semester empat pun aku selalu tidur tiap hari deh. Aku ga bisa bayangin segimana syaitonnya semester 5 yang bikin orang ga tidur bberapa hari.

Tapi alhamdulillah sahabat, (jd kaya ceramah ya) rupanya aku orang yang kurang ideal dalam menyempurnakan tugas akademik sehingga aku ngerasa terlalu ‘bodo amat yg penting ngumpulin’. Hal itu membuat aku tetep tidur tiap hari, ga ada begadang kecuali sehari di praktikum arus terakhir dimana besoknya ada acara himpunan bernama poseidon. Namun hal itu dibayar dengan nilai praktikum gelombang yang kecil, tiap hari ngampus sampe malem, dan beberapa praktikum telat ngumpulin. Sebenenya emang agak dying juga dalam semester ini, tapi karena liat orang lain juga banyak yang menjalani hal sama, jadi santai aja. Bye bye ‘ga akan tidur 4 hari!’

Kemarin, saat di bandara menuju bitung untuk pelayaran, aku ditanya oleh semua orang mengenai sebuah pertanyaan mainstream saat itu: ‘udah pernah ikut cruise sebelumnya?’ Yaa tentu saja aku bilang belom. Kbanyakan reaksi mereka adalah kaget. ‘Masa anak ose belum pernah pelayaran?’ Dan paling banyak yang kaget karena ‘lah emang kuat cruise pertamanya 18 hari??’ Jawabannya ya manakutau orang belom dicoba. Beberapa hari kemudian, ada lagi orang kkp yang bilang, ‘ah mabok mabok di 3 hari pertama cruise mah wajar, muntahin aja, itu kan adaptasi’. Banyak banget orang yang ngomong gitu. Seolah olah mereka bilang kalau aku pasti bakal mabok karena cruise yang lama dan medan yang ombaknya tinggi ini. Tapi aku berusaha pasrah; aku ga mau mabok, tapi kalopun mabok sih ya udah.

Akhirnya di hari ke 2 dimana goyangan kapal mulai dahsyat bagi newbie seperti aku, aku mulai pusing dan mual. Semua orang pada turun ke kamar dan kapal jadi sepi. Tapi aku mensugestikan; jangan mabok pi cape loh muntah mulu tuh. Akhirnya aku stay di ruang karaoke sambil tiduran di sofa baca baca buku lipi. Makan siang pun sepi, sambil nahan kegoyahan badan dan kepala, aku makan bersama sisa manusia yang ga turun ke bawah; cuma berlima. Setlah hari itu, gelombang mengecil membesar tapi aku udah ga terlalu strugling dalam menghadapi ombak gede. Bye bye ‘wajar kok mabok 3 hari dan diem dikamar terus’ (tapi gatau si kalo cruise nya di selatan jawa mah)

Tapi ada juga suatu kisah sedih. Aku ga pernah denger orang bilang kolokium itu susah, tinggal baca paper dan nulis. Tapi rupanya ini adalah semester lebih neraka dari semester 5 karena mengenai mental dan fisik banget (apalagi jika kamu baru bimbingan h-7 uts dengan topik baru). Gatau deh semester TA gimana. Mungkin ini yang namanya ‘jurusan ose tuh susah banget banget banget’

Intinya dari tulisan ini, just do it your way. Jangan terlalu dengerin dan terlalu kesugesti sama omongan orang yang negatif. Karena sebenarnya suara diri sendiri bakalan lebih berpengaruh. Sekian.

20151025-080204 AM.jpg
Pengen.cruise.lagi.daripada.kolokium.

Day 1 : Apakah saat bangun esok kita sudah di Jakarta?

Pagi ini kami keluar hotel Summer bitung untuk ke kapal dengan kaki yang masih berasa pegel akibat malemnya abis nemenin Xu nyari batu akik. Berhubung ia ga ngerti bhs indonesia, jadi selama nemenin dia, aku ka ami dan mba ajeng ngomingin dia molo gegara banyak maunya banget dan dipasar itu banyak “kuntilanak” gitu…….

Baiklah, kembali ke hari ini. BJ VIII cukup mengesankan, bukan hanya kapalnya tapi juga kapten dan awak kapalnya. Kalo kata orang, kehidupan di laut itu beda sama di darat. Di darat semua orang bisa seenaknya, ga mikirin orang lain, dan ga dengerin perkataan pemimpin kita. Tapi disini beda, kita harus saling menghargai, dan yang namanya kapten tuh bener-bener “kapten” yang dihormati dan didengarkan. Mantap pisun. Tapi kasian euy istri dan anaknya pasti sering ditinggal lama 😦 (lah malah baper)
Alhamdulilah hari ini ga mabok, tapi malah nangis. Nangis gara-gara nonton korea wkwkwk sepertinya emang kita bertiga baperan amat deh. Dan lagi hari ini masih gabut, jadi malah kebanyakan wasting time. Tapi pertanyaan paling sering yang aku dengar adalah; besok udah nyampe Jakarta kan? Iya kan? Plis jawab iya kan iya?

Tingkat Empat

Rasanya baru kemarin duduk-duduk di Widyatama sambil ngobrol “aku gamau kuliah ih males, pengen sma aja terus” bareng Nida sambil megang beberapa formulir universitas swasta bandung.
Perasaan baru kemarin, duduk diberanda rumah sama teman-teman sambil melihat bintang (padahal mah ga ada bintang), “nanti kalau kita udah 20 tahun kita masih kumpul lagi ga yaa?” kata mereka.
Rasanya baru kemarin juga, menjalani osjur dengan rasa males semales malesnya dan rasanya baru kemarin kenal dengan baruna.

Tapi perasaan adalah bohong. Karena nyatanya sekarang aku akan menjalani tingkat empat. Hal ini baru disadari saat hari ini belanja bareng temen. Ia mengingatkan, “pi kamu udah tingkat empat, masa beli sepatu yang modelnya kaya anak sekolah?” Atau “Ayo pi belajar jadi perempuan, beli make up kek, kan udah mau tingkat empat..” Atau saat aku nanya lucu engga nya suatu tas… “Itu modelnya terlalu anak-anak pi…ganti selera dong…”

Ah tingkat empat. Sial. Ini waktunya harus serba realistis. Ga akan ada kuliah lanjut di luar kalau emang ga usaha dan hanya nulis-nulis target s2 di buku warna warni doang. Ga akan lulus sesuai target kalo cuman selalu bilang ‘mau lulus 2016’ tapi ga bener bener ngejar. Ga ada nikah tepat waktu kalo ga ada calonnya (aduh siah jd sedih)(loljk). Usia ‘cita-cita’ sudah didepan mata. Sudah bukan jamannya hanya menulis keinginan di dreambook. Sudah saatnya bergerak. Tapi sulit rasanya menjalani hari tanpa nonton film, baca novel, atau main candy crush…

Apakah mimpi masih bisa diraih oleh anak pemalas seperti ini……
Mungkin bisa kalau mau bergerak!

20150723-113850 PM.jpg