Pengecualian

Setiap hari, setiap saat, dan setiap tindakan membuatku berfikir bahwa semesta selalu mengecualikan aku. Aku adalah tidak ketika semua orang adalah iya. Aku adalah pergi saat semua orang datang. Aku adalah setiap kebaikan yang menjadi debu. Aku adalah setiap jahat yang selalu teringat. Aku juga kau saat kau tidaklah aku. Akhirnya aku menyadari. Akulah yang …

Ter-mudah terbaca

Aku membaca novel remaja saat masih kelas 6 SD. Membaca kisah perkuliahan saat masih SMA. Dan membaca peliknya berumah tangga saat masih kuliah. Novel-novel kehidupan itu setidaknya membuatku lebih sensitif atas gelagat dan tatapan orang sekitar. Bagaimana mereka berbicara, berbohong, atau berbasa-basi. Atau memuji, atau merendahkan dalam hati. Sehingga aku bercita cita menjadi seorang detektif …

Panas

Setiap kata tertahan dijemari selama empat minggu. Tanganku hingga bengkak dibuatnya, kepalaku kosong karena isinya tumpah mengalir di lengan dan kuku. Para kupu-kupu yang biasa bertengger di diafragma berkata sudah lelah. Ia juga ingin pindah menuju jemari yang katanya bisa menjadi jalan keluar. Tetapi setiap kata, isi kepala, dan kupu-kupu yang mengantri di kuku-kuku terlalu …

Unknown

Aku mencarimu kesetiap sudut kota. Cafe cafe tempatmu biasa berdiam diri dihadapan laptopmu. Juga kesetiap cangkir cangkir kopi dimana kau menyeruput. Terutama tempat-tempat penyendiri. Tetapi tidak lagi aku bisa menemukanmu. Aku terkadang menyengaja naik kendaraan umum yang kau biasa kendarai. Mulai dari bus kota, angkutan umum, hingga ojeg di depan jalan rumahmu. Jangan salah, aku …

Anomali

Jika suhu Samudra India dan Pasifik hari ini sedang anomali, maka aku juga. Aku selalu menulis mengenai apapun seperti apa-apa yang ada dalam kepalaku, imajinasi, hal-hal yang aku tidak ada didalamnya, bahkan mengenai kamu atau orang-orang itu. Tetapi beberapa kondisi perasaan yang maksimal membuat aku menjadi sangat bisu. Sedih yang sangat, senang yang luar biasa, …

La Nina Sepanjang Waktu

Disebuah taman bacaan, Kabarmu datang bersama La Nina Hujan rintik pagi juga datang bersamanya Lalu berlanjut hujan deras disiang Hingga badai pada petang Menjadi alasan saling menguak Kedalaman tiap diri Kau adalah pawang hujan Tetapi hari itu selalu mengatakan, Kita tidak boleh pulang Karena hujan tidak akan berhenti Hingga Februari Akhirnya kutahu alasannya, bahwa Februari …

Pride & Prejudice

Aku mengaduk segelas air putih dihadapanku. Kenapa sebuah air putih mesti diaduk? Karena aku sedang tidak ada kerjaan saja. Terlebih, aku sedang menunggu taksi yang tadi telah dipesankan temanku. Sekarang mereka semua sudah pulang sehabis kami menghabiskan 2 jam untuk mengobrol. Aku merasa sedikit kekosongan saat mendengar cerita mereka. Aku sudah genap setahun lulus dari …

Bayangan

Ini sudah hari ketujuh bagiku menempati kantor ini yang jam kerjanya hingga pukul 04 sore. Namun karena kondisi kota yang macet, aku lebih memilih pulang setelah maghrib agar lalu lintas sudah tidak begitu padat. Kalau kau tanya apa yang aku lakukan hingga magrib, aku biasa membaca buku-buku atau sekedar browsing, dan jika ada yang lembur, …

Lupin

Siapalah yang tidak mengenal Lupin, pencuri ulung sepanjang masa yang penuh tipu muslihat dan pengkhianatan yang cerdik. Kalau kau tidak tahu, maka hari ini kau jadi tahu. Tetapi pencuri paling kejam bukanlah Lupin. Ia adalah smartphonemu. Aku benci menamakannya dengan 'smartphone' karena kepintarannya dapat mengisap tatapan mata teduh para orang-orang dekat. Ia juga tidak pantas …

Koran Pagi

Kebiasaanku di pagi hari enam bulan terakhir ini adalah duduk di beranda depan rumah, menyesap teh hangat dan membaca koran. Dengan bapak berada disampingku, menikmati kopi dan koran yang sama--tapi berbeda halaman. Terlalu biasa. Tetapi menenangkan dan menyenangkan. Terlebih jika aku sudah menemukan puisimu dalam koran itu. Namamu R. S., 19 tahun, sama sepertiku. Pun …