Panas

Setiap kata tertahan dijemari selama empat minggu. Tanganku hingga bengkak dibuatnya, kepalaku kosong karena isinya tumpah mengalir di lengan dan kuku. Para kupu-kupu yang biasa bertengger di diafragma berkata sudah lelah. Ia juga ingin pindah menuju jemari yang katanya bisa menjadi jalan keluar.

Tetapi setiap kata, isi kepala, dan kupu-kupu yang mengantri di kuku-kuku terlalu takut melanjutkan perjalanan mereka. Cenderung mengantri di setiap telunjuk, jari tengah, dan jempol saja. Karena ada bagian-bagian dalam diriku yang menahan amarah. Jari-jari kaki.

Sudah satu dekade jemari kaki bersabar melihat betapa semua hal selalu ingin keluar dari kuku lentik dan jemari tangan, padahal ia sendiri membutuhkan energi. Kapan aku berjalan? Bisiknya padaku setiap waktu. Hingga aku selalu menahan setiap kata, isi kepala,dan kupu-kupu, untuk tetap diam ditanganku hingga tremor.

Waktunya berjalan. Saatnya semua berpindah, menuju jari kaki.

 

Doctors – Review

Dengan segenap kekuatan dan menyadari efek negatifnya, aku yang cukup picky dalam nonton serial nyoba nonton drama korea hasil ngopi dari hardisnya gina, yaitu Doctors yang mana episod terakhirnya baru berakhir Agustus 2016 ini. Hal ini disebabkan serial ini emang cocok banget buat anak kedokteran meski aku mah bukan. Tiap adegan penyakit pasti dijelasin rinci segala apanya (apa ya).

Pemeran-pemerannya ialah Kim Rae Won (Hong Ji Hong), Park Shin Hye (Yoo Hye Jung), Yoon Kyun Sang (Jung Yoon Do), Lee Sung Kyung (Jin Seo Woo) yang mana bahkan sampe hari ini aku ga pernah apal nama mereka.

Disini tiap ada operasi ditunjukkin dong gimana ngebuka kepala, gimana kalo darahnya muncrat, dan berbagai ketegangan lainnya karena ceritanya si pemeran utama adalah dokter bedah syaraf atau neurosurgeon. Yang katanya, mereka harus super teliti karena emang harus gitu.

Udah gitu ini juga pas buat calon2 dokter karena diceritain dokter itu harusnya gimana. Gimana ngadepin pasien, gimana ngadepin sistem rumah sakit, dan seterusnya. Intinyamah semangatlah buat para dokter, hehehe.

Meskipun biasalaya suka banyak konflik dan drama, tapi the best nya adalah pemeran utama pria nya ga gampang kebawa drama karena orangnya dewasa dan bijaksana juga pengertian. Filmnya juga realistis dan ga ada plot plot drama bikin pusing. Udah gitu pemeran utama wanitanya juga cukup keren dengan latar belakang keluarga dan kasih sayang yang kurang justru membuat dia menjadi dokter hebat dari kekuatan “kebencian” akan masa lalunya itu.

Secara keseluruhan, mengenai kisah cintanya mah ga akan bikin kita capek dalam menontonnya karena mereka menjalankan hubungan dengan cukup logis dan dewasa, kalo ada masalahpun itu hal yang cukup “worth it” buat jadi masalah. Mereka ga gampang kejebak masalah yang cetek-cetek remaja gitu (wkwk kzl) karena emang di filmnya usia mereka udah 30 keatas. Juga si pemeran antagonisnya ga evil-evil banget kaya film lain. Kita juga jadi ngerti dikit mengenai dunia dokter.

Hikmah yang dapat diambil kalau kamu nanya, adalah semakin orang meremehkan kita jadikanlah itu sebagai kekuatan untuk mencapai keberhasilan kita. Lalu jika kita mau mencari jodoh yang sesuai, jadilah dulu diri yang nyaman buat diri sendiri. Dah gitu doang

Ini adalah review pertama di blog ini, nanti kedepannya bakal sering nulis ginian aja ah.

korean-drama-doctors-episode-10

The cells that make up a human constantly maintain a state of instability.
Being alive is unstable.

Hong Ji Hong